Warkop DKI (foto:brainberries)
FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

Komitmen Tujuh fakta menarik dari grup lawak legendaris Warkop DKI yang digawangi Dono, Kasino dan Indro ini.

Komedian satu ini merupakan grup lawak legendaris era 1980-1990, tak jarang banyak artis-artis cantik mewarnai penyangan film Warkop DKI ini, tak heran apabila Dono, Kasino, Indro  menjadi grup lawak terlaris di jamannya. Hingga saat ini pamornya masih tetap legendaris meski menyisakan satu orang personil saja, yaitu Indro.

Hingga era millenial ini pemutaran filmnya masih mendapat tempat di hati masyarakat. Zaman dahulu pemutaran film banyolan ala Warkop DKI melalui layar tancap dikenal misbar, artinya ditengah pemutaran film penonton pada bubaran lantaran gerimis, pasalnya layar tancep itu dipasang di tengah lapangan terbuka atau alun-alun sebuah Kabupaten/Kota di Desa.

Keseruan waktu menonton film layar tancap Warkop DKI ketika ditemani pacar sembari menyantap sebungkus kacang rebus, romantisnya hingga terasa sepanjang masa. Nama DKI juga erat kaitannya dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, merupakan ibukota negara dan kota terbesar di indonesia.

Ngomong-ngomong soal grup lawak atau komedian satu ini tak lengkap rasanya sebelum mengetahui perjuangannya dari titik nadir menggeluti dunia hiburan tanah air, hingga akhir hanyatnya.

Nah, berikut 7 fakta dari grup lawak legendaris Warkop DKI akronim dari ketiga nama personilnya ini.  

1. Melalui Siaran Radio

Pada tahun 1973 grup Warkop DKI dibentuk oleh produser radio Prambors Jakarta bernama Temmy Lesanpura. Saat itu, Temmy bertemu dengan Kasino, Nanu Mulyono, dan Rudy Badil  Temmy  melalui siaran radio Prambors pada tahun 1973, bermaterikan Obrolan Santai di Warung Kopi.

Baca juga :   Panggilan BOS, Sanjungan Atau Pelecehan

Selang setahun kemudian, tepatnya pada tahun 1974, Dono seorang mahasiswa berasal dari Universitas Indonesia bergabung. Kemudian, pada tahun 1976, Indro bergabung, hingga akhirnya grup lawak itu dinamakan Warkop Prambors.

2. Para Mahasiswa Cerdas

Awalnya Warkop Prambors beranggotakan 5 orang, yakni Rudy Badil, Nanu Mulyono, Kasino, Dono, dan Indro. Mereka adalah pemuda berpendidikan.

Era tahun 1970-an grup lawak yang beranggotakan mahasiswa masih terbilang langka. Sehingga banyolan-banyolan  generasi terpelajar pada masa itu memberi angin segar di dunia hiburan Tanah Air.

3. Nama Warkop DKI Resmi Terbentuk Tahun 1980

Perjalanan Warkop DKI tak semudah membalik telapak tangan, pada akhir tahun 1970-an grup lawak itu mendapat tawaran syuting film salah satu anggotanya yaitu Rudy Badil mundur, menyisakan Nanu, Kasino, Dono, dan Indro.

Pada tahun 1980, Nanu Mulyono keluar dari Warkop Prambors untuk bersolo karir. Tiga tahun berselang Nanu meninggal pada 22 Maret 1983 karena sakit ginjal.  Pada sekitar tahun 1987, anggota yang tersisa yaitu Dono, Kasino, dan Indro mengubah nama grup dari Warkop Prambors menjadi Warkop DKI  akronim dari Dono, Kasino, Indro.

4. Merilis Album

Album yang dirilis Warkop DKI bukan album musik, melainkan album lawak. Isi albumnya berisi lawakan yang dikemas dalam bentuk audio, sehingga sama seperti podcast komedi pada zaman sekarang. Merilis Album lawak sebanyak 12 kaset.

5. Memproduksi Film

Warkop DKI mampu memproduksi dan menayangkan film 2 kali setahun dan banyak film-film yang selalu ditunggu penayangannya di bioskop Indonesia pada era itu.

Baca juga :   Petik Hikmah Menebar Maslahah, Berguru pada Rasulullah

Judul film yang paling populer adalah Sama Juga Bohong, Masuk Kena Keluar Kena, dan Mana Tahaaan, Chps-Jangkrik Bos, IQ Jongkok, Setan Kredit, Maju Kena Mundur Kena dan lain-lain.

6. Membintangi Sinetron

Pada tahun 1990-an, Warkop DKI yang sukses di dunia hiburan Tanah Air, mulai merambah dunia sinetron garapan Soraya Intercine Films, yang juga dibintangi oleh Karina Suwandi dan Roweina Umboh. Pada sinetron itu, Indro berperan sebagai suami Karina Suwandi, Kasino menjadi suami Roweina Umboh, Dono menjadi kakak Karina Suwandi, dan Kasino menjadi tetangganya Indro. Hingga akhirnya Kasino meninggal pada tanggal 18 Desember 1997 di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo.

7. Tersisa 1 Personil Warkop DKI

Setelah Kasino meninggal, maka grup lawak itu hanya beranggotakan Dono dan Indro saja. Sebelum meninggal, Kasino berpesan agar mereka tetap melanjutkan perjuangan grup Warkop. Sehingga dengan berganti nama jadi Warkop Millenium, mereka meneruskan sinetron dengan konsep yang berbeda. Pada 2001, Dono meninggal dunia akibat penyakit sesak napas yang sudah lama dideritanya.

Sehingga Warkop DKI hanya menyisakan Indro saja sebagai anggota yang masih hidup. Sepeninggal sahabat-sahabatnya tersebut Indro tetap berkiprah aktif menghibur masyarakat sebagai Indro Warkop.