Suritauladan Rasulullah
FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

Komitmen – Sebelum menjadi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Muhammad adalah manusia biasa, namun memiliki suritauladan yang baik bagi umatnya dan itu menjadi panutan bagi umat Islam.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk menularkan kebaikan semasa hidup hingga akhir hayatnya. Tidak ada rasa dendam dihati Nabi Muhammad SAW, meski dirinya kerap di dzalimi, sungguh mulia hati Rasulullah SAW, sekiranya patutlah umatnya mengagungkan namanya.

Rasulullah bersabda dalam doa beliau, “(Ya Allah) aku meminta kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di akhirat nanti) dan aku meminta kepada-Mu kerinduan untuk bertemu dengan-Mu (sewaktu di dunia), tanpa adanya bahaya yang mencelakakan dan fitnah yang menyesatkan” [HR. An Nasa-i, Imam Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al Hakim].

“Barangsiapa yang mencintai perjumpaan dengan Allah, maka Allah mencintai perjumpaan dengannya“ [HR. Bukhari dan Muslim].

“Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya (Allah Ta’ala), maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan Allah dengan apapun dalam beribadah kepada-Nya” (QS. al-Kahfi:110).

Doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

“Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan” (artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri, Yang tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya).” (HR. Ibnu As Sunni, An Nasa-i, Al Bazzar dan Al Hakim)

“Wahai manusia, kamulah yang bergantung dan butuh kepada Allah; sedangkan Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji” (QS Faathir: 15). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah kalian saling hasad, jangan saling melakukan najasy, jangan kalian saling membenci, jangan kalian saling membelakangi, jangan sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim bagi lainnya. Karenanya, jangan dia menzaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta kepadanya, dan jangan merendahkannya.” (HR. Muslim)

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat” (QS. Hujarat:10). “Kemudian jika kalian berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (As-Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya” (QS. An-Nisaa’: 59).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila selesai shalat Shubuh selepas salam beliau membaca: “Ya Allah, Sungguh aku minta kepada-Mu ilmu yang manfaat, rizki yang baik, dan amal yang diterima.” [HR. Ibnu Majah dan Ahmad]

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqarah: 201).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya, jika ia keluarkan dari laut?” (HR Muslim).

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa (kesenangan duniawi) yang dikumpulkan (oleh manusia)” (QS.Yuunus:57-58)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Lihatlah kepada yang lebih rendah (kondisinya) darimu dan jangan melihat yang di atasmu, itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu” (Mutafaqun ‘alaih).

Baca juga :   Begini Cara Menjaga Komitmen Dengan Pelanggan Bisnis