al-fatihah
FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

Komiten – Surat Al-Fatihah turun di Makkah (Makiyah), berjumlah 7 ayat. Surat ini ditulis juga sebagai Fatihatul Kitab oleh karena dengan surat ini bacaan dalam shalat dimulai dan merupakan syarat di dalam shalat.

Surat Pembuka (Permulaan)

Abu Ja’far Muhammad ibnu Jarir At-Tabari menceritakan kepadaku Yunus ibnu Abdul A’la, kepada Ibnu Wahb, kepada Ibnu Abu Zi’b, dari Sa’id Al-Maqbari, dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah bersabda: Surat Fatihah ini adalah Ummul Quran, Fatihatul Kitab, dan As-Sab’ul masani.

Penamaan surat dengan sebutan “As-Sab’ul masani” dinilai sah. Dinamakan demikian karena surat ini dibaca berulang-ulang dalam shalat, pada tiap rakaat, sekalipun masani ini mempunyai makna yang lain, seperti yang akan diterangkan kemudian.

Jumhur ulama sebagimana dituturkan oleh Anas, Al-Hasan, dan Ibnu Sirin Surat ini disebut pula Ummul Kitab, karena itu mereka tidak suka menyebutnya dengan istilah Fatihatul Kitab. Kemudian keduanya mengatakan Sesungguhnya Ummul Kitab itu adalah Lauh Mahfuz. Al-Hasan mengatakan bahwa ayat-ayat yang muhkam adalah Ummul Kitab. Olehnya itu, keduanya pun tidak menyebut surat Al-Fatihah dengan istilah Ummul Quran.

Adapun dinamakan “Al-Fatihah” karena bacaan Al-Quran dimulai dengannya, dan para sahabat memulai penulisan mushaf imam dengannya.

Al-A’masy meriwayatkan dari Ibrahim yang menceritakan bahwa pernah ditanyakan kepada Ibnu Mas’ud, “Mengapa engkau tidak menulis Al-Fatihah dalam mushafmu? Ibnu Mas’ud menjawab, “Seandainya aku menulisnya, niscaya aku akan menulisnya pada permulaan setiap surat.” Abu Bakar ibnu Abu Dawud mengatakan, yang dimaksud ialah surat ini dibaca dalam shalat, sehingga tidak perlu lagi dituliskannya, sebab semua muslim sudah menghafalnya.

Imam Bukhari dalam kitab Tafsir mengatakan bahwa surat ini dinamakan Ummul Kitab karena penulisan dalam mushaf dimulai dengannya dan permulaan bacaan dalam shalat dimulai pula dengannya.

Pendapat lain, sesungguhnya surat ini dinamakan Ummul Kitab karena semua makna yang terkandung dalam Al-Quran merujuk kepada yang terkandung dalamnya. Orang Arab menamakan setiap himpunan perkara atau bagian terdepan dari perkara jika mempunyai kelanjutan yang mengikutinya (Ibnu Jarir), sebagaimana imam dalam suatu masjid besar, dengan istilah umm. Untuk itu, mereka menyebut kulit yang melapisi otak dengan istilah ummur rasi.

Satu pendapat mengatakan bahwa surat ini merupakan bagian dari Al-Quran yang mula-mula diturunkan, seperti yang telah disebutkan dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan Imam Baihaqi dalam kitab Dalailun Nubuwwah, dinukil oleh Al-Baqilani sebagai salah satu dari tiga pendapat. Pendapat lain, ayat yang mula-mula diturunkan adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah:

Baca juga :   Begini Sejarah Panjang Perumusan Pancasila

Hai orang yang berselimut. (Al-Muddatstsir: 1)

Seperti yang disebutkan dalam Hadist Jabir yang sahih. Menurut pendapat yang lainnya lagi adalah firman-Nya:

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan. (Al-Alaq: 1)

Pendapat  terakhir  inilah  yang   paling   sahih,   seperti   yang   akan diterangkan nanti pada pembahasan tersendiri.

Dalam Hadist sahih Imam Turmuzi disebutkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:

Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin adalah Ummul Quran, Ummul Kitab, Sab’ul masani, dan Al-Quranul ‘azim.

Surat ini juga dinamakan Alhamdu ,  atau Ash-shalat karena berdasarkan Hadist Qudsi:

Aku bagikan shalat dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Apabila seorang hamba mengucapkan, “Alhamdu lillahi rabbil ‘alamina” (Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam), maka Allah berfirman, “Hamba-Ku telah memuji-Ku.” (Hadist)

Surat Al fatihah sebagai Penyembuh

Dinamakan juga Syifa, seperti dalam riwayat Ad-Darimi melalui Abu Sa’id secara marfu, yaitu:

Fatihatul kitab (Al-Fatihah) merupakan obat penawar untuk berbagai jenis racun.

Dikenal juga dengan nama Ruqyah, sebagaimana dalam Hadist Abu Sa’id yang sahih, yaitu saat dia membacakannya untuk mengobati seorang sehat (yang tersengat kalajengking). Sesudah itu Rasulullah bersabda kepada Abu Sa’id (Al-Khudri):

Siapakah yang memberi tahu kamu bahwa surat Al-Fatihah itu adalah ruqyah?

Sufyan ibnu Uyaynah menamakannya Al-Waqiyah, sedangkan Yahya ibnu Kasir menamakannya Al-Kafiyah, karena surat Al-Fatihah sudah mencukupi tanpa selainnya, tetapi surat selainnya tidak dapat mencukupi bila tanpa surat Al-Fatihah, seperti yang disebutkan di dalam salah satu Hadist berpredikat mursal di bawah ini:

Ummul Quran menjadi pengganti dari yang lainnya, sedangkan selainnya tidak bisa menjadi penggantinya.

Jumlah Ayat Al-Fatihah

Rasulullah bersabda: Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin (surat Al-Fatihah) adalah tujuh ayat, sedangkan bismillahir rahmanir rahim adalah satu diantaranya. Surat Al-Fatihah adalah As-sab’ul mas’ani, Al-Quranul ‘azim, Ummul Kitab, dan Fatihatul Kitab.

Ad-Daruqutni melalui Abu Hurairah meriwayatkan bahwa  secara marfu’ dengan lafaz yang sama atau semisal dengannya, dan semua rawinya siqah (dipercaya). Riwayat Imam Baihaqi mengatakan bahwa sebuah asar dari Ali, Ibnu Abbas, dan Abu Hurairah, bahwa mereka menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, sab’an minal masani (tujuh ayat yang dibaca berulang kali), dengan makna surat Al-Fatihah. dan basmalah termasuk salah satu ayatnya yang tujuh. Hal ini akan dibahas lebih lanjut lagi dalam pembahasan basmalah.

Baca juga :   Mengenal Ibnu Muljam Pada Khalifah Umar bin Khattab

Kebanyakan ulama mengatakan bahwa jumlah kalimat dalam surat Al-Fatihah terdiri dari 25 kalimat, dan 113 huruf.

Dinamakan pula surat As-Salah dan Al-Kanz sebagaimana disebutkan oleh Az-Zamakhsyari dalam kitab Kasysyaf. Menurut Ibnu Abbas, Qatadah. dan Abul Aliyah, surat Al-Fatihah adalah Makkiyyah. Pendapat lain menyebutkan Madaniyyah, seperti yang dikatakan oleh Abu Hurairah, Mujahid, Ata ibnu Yasar, dan Az-Zuhri. Pendapat lainnya lagi mengatakan, surat Al-Fatihah diturunkan sebanyak dua kali, pertama di Mekah, dan kedua di Madinah. Akan tetapi pendapat pertama lebih mendekati kebenaran, karena Allah SWT dalam firman-Nya menyebutkan:

Sesungguhnya Kami (Allah) telah turunkan padamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang. (Al-Hijr: 87)

Abu Lais As-Samarqandi meriwayatkan bahwa separuh dari surat Al-Fatihah diturunkan di Mekah, dan sebagian lain diturunkan di Madinah. Tetapi, pendapat ini sangat aneh, dinukil oleh Al-Qurtubi darinya.

Apakah Basmalah Termasuk bagian Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat tanpa ada perselisihan, tetapi Amr ibnu Ubaid berpendapat ada delapan ayat, dan Husain Al-Jufi mengatakannya enam ayat; kedua pendapat ini syaz (menyendiri).

Asy-Sya-bi meriwayatkan dalam sebuah asar melalui Ibnu Abbas, bahwa dia memberi nama Al-Fatihah sebagai Asasul Quran (fondasi Al-Quran). Ibnu Abbas mengatakan bahwa fondasi surat itu terletak pada ayat bismillahir rahmanir rahim.

Perbedaan pendapat mengenai basmalahnya, apakah ayat tersendiri sebagai permulaan Al-Fatihah seperti yang dikatakan oleh jumhur ulama qurra Kufah dan segolongan orang dari kalangan para sahabat dan para tabi’in serta ulama Khalaf, ataukah bagian dari ayat atau tidak terhitung sama sekali sebagai permulaannya sebagaimana dikatakan oleh ulama dari penduduk Madinah dari kalangan ahli qurra dan ahli fiqihnya.