FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

Komitmen, Jakarta – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar Sosialisasi Akreditasi Kearsipan bagi Lembaga Penyelenggara Jasa Kearsipan secara luring dan daring, Kamis (4/3/2021).

Akreditasi Kearsipan adalah kegiatan penilaian mutu dankelayakan terhadap Lembaga Kearsipan, unit kearsipan, lembaga penyelenggara jasa kearsipan serta lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan kearsipan.

Empat hal yang melatarbelakangi perlunya akreditasi kearsipan, kepatuhan, ketaatan hukum, menjaga kepercayaan publik, jaminan mutu.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Sekretaris Utama ANRI, Imam Gunarto, Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, Sumrahyadi, dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan ANRI.

Kepala Pusat Akreditasi Arsip Nasional Republik Indonesia, Zita Asih Suprastiwi dalam sambutannya mengatakan tujuan sosialisasi Akreditasi Kearsipan memberikan pemahaman tentang pelaksana akreditasi kearsipan dan menjaring masukan dalam upaya meningkatkan mutu layanan akreditasi kearsipan, sebalai salah satu percepatan pencapaian tujuan penyelenggaraan kearsipan nasional.

“Indikator keberhasilan dari kegiatan ini sebagai program indikator ANRI melalui pusat Akreditasi Kearsipan, Lembaga jasa kearsipan nantinya akan mampu mendapatkan akreditasi minimal baik,” terang Zita.

Dihadapan peserta yang hadir baik langsung maupun daring, Zita menambahkan, dengan strategi pembinaan treatment self assessment dan monitoring dan evaluasi. Untuk mewujudkan ekspektasi atas keberhasilan serta kinerja pelayanan akreditasi Kearsipan selama ini adanya kerjasama dan partisipasi dari peserta sosialisasi untuk memberikan masukan.

“untuk mendapatkan optimalisasi serta capaian kegiatan serta fokus pada pemanfaatan sosiali serta arah kebijakan tentang kemitraan yang akan dibangun kedepan merupakan tujuan utamanya,” tutup Kepala Pusat Akreditasi Arsip Nasional Republik Indonesia, Zita Asih Suprastiwi.

Baca juga :   Dinilai Bungkam Demokrasi, Mahasiswa Bima Minta Copot Kapolres Bima Kota

Melansir portal Arsip Nasional Republik Indonesia, Pelaksana Tugas Kepala ANRI, M. Taufik pada kesempatan tersebut menyampaikan harus berkomitmen terhadap amanah apapun baik sebagai individu yang telah diberi kepercayaan bekerja di sector kearsipan, ini menjadi penting.

“Saya ingin memacu dan memicu bahwa bangsa ini masih belum ditangani oleh sektor kearsipan secara serius, Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah sudah ada,” ungkap Taufik pada pembukaan sosialisasi penyelenggaraan kearsipan yang disampaikannya langsung secara daring.

M. Taufik juga mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan sosialisasi dan mengajak agar kegiatan sosialisasi ini dapat digelar lebih dahsyat, lebih masif, baik di lingkungan Pemerintah, BUMN maupun swasta.

“Saya ingin ada sinergitas dan kolaborasi antara ANRI dengan Lembaga Penyelenggara Jasa Kearsipan untuk menjawab tantangan di era informasi dan digital yang tidak bisa kita hambat. Jangan jadikan arsip itu sebagai barang mati. Tetapi arsip harus selalu dihidupkan, dalam arti secara fisik baik kertas maupun non kertas di dalamnya ada informasi yang harus diolah dan nantinya dapat digunakan oleh masyarakat,” jelas M. Taufik.

Lebih lanjut Taufik menuturkan, konsep Arsip Nasional tugasnya ada dua kaki yakni tata kelola dan penguatan budaya. ANRI tidak bisa kerja sendiri, butuh penyedia jasa Kearsipan.

Baca juga :   Menginap 4 Hari 3 Malam di GTE Makassar Hanya 900 Ribu

“Mari kita saling berinteraksi untuk menyempurnakan tugas-tugas kearsipan. Jangan sekedar sebuah usaha mengabaikan hal-hal yang menjadi ketentuan-ketentuan regulasi, inilah momentum untuk merujuk dan mengacu pada undang-undang dan peraturan pemerintah secara mengerucut bahwa NSPK ini menjadi penting,” tandasnya.

Pemaparan materi terkait sosialisasi akreditasi kearsipan disampaikan oleh Kepala Pusat Akreditasi, Zita Asih Suprastiwi dan Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat, Widarno. Sesi diskusi dipandu oleh Koordinator Kelompok Penyelenggaraan Akreditasi Pusat, Siti Nur Aeni sebagai moderator.

Peserta yang mengikuti melalui daring mencapai 70 orang yang berasal dari beberapa lembaga penyelenggara jasa kearsipan, di antaranya PT Putraduta Buana Sentosa, PT Janus Info Pratama, PT Lane Archives Technologies, Zamir data, PT Mitra Sarana, Dix Media Indonesia, City Storage, PT Akiradata Pratama, PT Unibless Indo Multi, PT Jasa Arsip Konsultindo, PT Pertama Graha Nusantara, PT Tata Bisnis Solusi, PT Sigma Cipta Utama, PT Crown Worldwide, PT Solusi Arsip Indonesia, PT Artha Kreasi Utama, Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan, dan PT Amerta Shandi Infosys.