Kemunafikan (foto; pixabay)

Komitmen, Sesungguhnya kemunafikan itu suatu penyakit hati yang kronis. Sakit ini banyak diidap setiap manusia yang masih bernyawa. Kambuhnya penyakit munafik ini tak pernah manusia rasakan ketimbang penyakit fisik lainnya, sebut saja kanker, stroke, tumor ganas dan sebagainya.

Kemunafikan adalah pemilik hati manusia dan tersembunyi, sehingga orang yang terjangkit tadi tidak merasakan sakit. Sebab manusia itu menyangka bahwa dirinya adalah seorang reformis padahal perusak harmonisasi hubungan antar sesama manusia.

Kemunafikan itu terbagi dua macam, yakni munafik besar dan kecil. Sebesar maupun sekecil apapun MUNAFIK merupakan penyakit yang takkan pernah sembuh dari hati manusia, kecuali kematian.

Munafik besar itu menyangkal atau bertolak belakang atas keimanan kepada Allah SWT, Malaikat, Kitab, Rasul-NYA dan hari kiamat, orang seperti ini kekal di dalam api neraka level paling dasar.

Sifat munafik itu memiliki dua wajah. Satu wajah menampilkan kebaikan. Selain itu juga memilki dua lisan atau lidah, lidah satu untuk berbicara baik-baik dan lisan lainnya tersimpan dalam hatinya.

Kemunafikan sering diartikan sebagai pengakuan dengan lidah akan tetapi mengingkari hati.

Pohon kemunafikan tumbuh diatas dua akar. Akar kedustaan dan riya’ pamer. Sumber airnya dari dua mata air. Mata air lemahnya mata hati dan mata air lemahnya hati.

Baca juga :   Lima Tanda Seseorang Sedang Memikirkanmu

Dikatakakan penyakit kronis karena kemunafikan itu sangat merusak jiwa-jiwa yang sehat, sakitnya melebihi wabah pandemi covid-19 yang saat ini masih menghantui penjuru dunia.

Penyakit munafik ini sifatnya tidak tampak sehingga tidak merasakan sakitnya, sebut saja menunda-nunda sholat wajib, berbohong, ingkar janji, berdusta, pengecut, pamer atau riya’, bermuka dua, tergesa-gesa, tak berperasaan, memfitnah, mengumpat, ghibah (gosip) dan kawan-kawannya itu merupakan ciri-ciri penyakit munafik yang diidap semua kalangan manusia.

Apabila penyakit kanker menyebar ke seluruh tubuh, merusaknya dari dalam dan membinasakannya, bagaimana itu bisa diusahakan sehat seperti sedia kala. Nah, sebaliknya, ketika manusia dihinggapi penyakit munafik tidak segera berusaha untuk mengobatinya, tidak segera membersihkannya, tidak berusaha melenyapkannya dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sesungguhnya kalau Allah berkehendak semua umat manusia ini akan binasa dan mendatangkan generasi baru yang sama sekali terbebas dari penyakit muafik seperti itu, beribadahnya ikhlas (bukan dibibir saja.red) dan membela jalan kebenaran dengan keteguhan hati. Allah berfirman dalam Q.S. Al Maidah: 54 yang artinya, Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu generasi yang Allah mencintai mereka dan mereka pu mencintai Allah.

Baca juga :   Anak Yatim Ini Juara 1 Dunia di China Kalahkan 193 Negara

Manusia lah yang miskin, yang membutuhkan dan Allah bebas dari segala keinginan, segala puji bagi-Nya. Oleh karena itu ini merupakan perkara yang membutuhkan perhatian besar, pertimbangan dan ketakwaan manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya.

Dibutuhkan upaya keras dari manusia itu sendiri untuk melenyapkan virus kemunafikan yang kronis ini. Untuk menyembuhkan penyaki munafik ini tak semudah membalik telapak tangan, boleh jadi membuat list atau daftar semua tabiat jahatnya, kemudian menganalisisnya satu demi satu secara pribadi dan berusaha menghilangkan dengan cara melakukan kebalikan dari munafik dan dibiasakan.

Selama perjuangan melawan penyakit kronis ini hendaklah mempelajarinya, kenapa kita sampai terjerumus dalam kubangan lumpur kemunafikan, serta bagaimana cara menghindarinya, begitu bisa menepatinya dimasa yang akan datang, maka kita dapat mencoret penyakit munafik dari daftar hitam akibat perbuatan kita sendiri, melalui rahmat Allah dan beralih ke sifat yang lebih baik, Insha Allah.