Jenitri Sebagai Aksesoris Alami Yang Kaya Manfaatnya

Komitmen, Makassar – Tak dinyana ketika hendak melaksanakan sholat dhuhur di Masjid dibilangan Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, sebut saja Masjid H.fajar. duduk rapi seorang pedagang aksesoris, seperti gelang, kalung tasbih dll. Senin, (25/08/2019).

Penasaran, akhirnya terjadilah tanya jawab antara penulis kepada pedagang tersebut. Dikatakan pedagang bahwa, “aksesoris ini berbahan buah Jenitri  atau Genitri,”

Imbubhnya, “cari di internet banyak pak, harga juga khasiatnya,” yang memang sebelumnya dia paparkan khasiat dari biji jenitri/genitri ini. Karena masih merasa asing terdengar di telinga.

Setibanya di tempat kerja, tanpa berlama-lama penulis pun merasa kepo akan nama jenitri langsung berselancar menelusuri sumber-sumber virtual yang memuat manfaat dan harga dari makhluk hidup bernama genitri satu ini.

Mungkin karena jenitri ini bukan merupakan jenis buah yang dikonsumsi oleh manusia, dan penggunaannya memang cukup terbatas sehingga jarang terdengar penyebutannya. Buah jenitri/genitri sendiri mengacu pada buah atau bisa dibilang biji dari pohon dengan nama yang sama, yaitu pohon genitri.

Meskipun buah dan pohon ini disakralkan dan disucikan oleh penganut kepercayaan agama Hindu, yang notabene banyak tumbuh di daerah India dan daerah asia selatan, namun pohon genitri ini ternyata tumbuh subur dan banyak sekali terdapat di Indonesia, bahkan diklaim bahwa Indonesia merupakan penghasil buah genitri terbesar di dunia.

Nama ilmiah dari pohon genitri adalah rudraksha/jenitri berasal dari ‘Elaeocarpus sphaericus’. 70% dari pohon yang ditemukan di Kepulauan Jawa Indonesia, 25% di Nepal dan 5% di India. Manik-manik Rudraksha dikatakan mengandung sekitar 50% karbon, nitrogen 1%, 18% hidrogen dan 31% oksigen. Rudraksh juga dikenal dengan nama Shivaksh, Neelkantaksh, Shivbindu, Shivpriya, Paavan, Sarvaksh, Haraksh atau Bhutanashan.

Baca juga :   Cegah Covid-19 Satgas Raider 300 Bantu Rapid Test

Di Indonesia, pohon genitri/Jenitri ini sendiri banyak ditanam di Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Timor, dalam beberapa penelitian kesehatan, dikatakan jika buah atau biji genitri mampu menghilangkan stres. Itu lantaran biji genitri itu sendiri mampu mengirimkan sinyal secara beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung. 

Selain itu, dari berbagai penelitian juga disebutkan jika biji genitri memiliki sifat kimia dan fisik berupa induksi listrik, kapasitansi listrik, pergerakan listrik, dan elektromagnetik.

Sehingga, biji tersebut mampu memengaruhi sistem otak pusat saat menyebarkan rangsangan bioelektrokimia. Hasilnya, otak merasa tenang dan menghasilkan pikiran positif.  Jadi tidak heran jika biji jenitri/genitri dibaderol harga selangit, toh demikian tetap saja laris manis dipasaran. Kebanyakan pembeli adalah orang orang luar Indonesia yaitu Cina dan Nepal. Orang cina dan nepal berbondong bondong mencari buah tersebut dan membelinya dalam bentuk butiran, kalung, atau orang menyebutnya mala, mereka membeli jenitri dengan harga yang tinggi.

Kandungan-kandungan senyawa hidup yang terdapat pada biji genitri itu juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, diantaranya:

  • Mengobati Epilepsi
  • Menurunkan hipertensi
  • Meningkatkan kinerja jantung
  • Menjaga kesehatan dan kerusakan paru-paru
  • Menurunkan darah tinggi/hipertensi
  • Mengobati gejala asma/sesak nafas
  • Menguatkan daya ingat/fikiran
  • Biji genitri mengandung bioelektrokimia yang berfungsi menyebarkan rangsangan positif pada otak sehingga otak akan terasa tenang dan jauh dari depresi.
  • Mengatasi sakit kepala
  • Mencegah penyakit psikis
  • Meningkatkan konsentrasi
  • Anti bakteri alami
  • Meluruhkan lemak/kolesterol pada tubuh
  • Mengatur keaktifan otak
  • Menghisap polutan/racun
  • Menjaga kesehatan gigi/tulang
  • Mencegah radang hati
  • Mencegah radang sendi
  • Menurunkan berat badan
  • Menambah energi dan tenaga, dst.
Baca juga :   Silaturahmi Lebaran di Tengah pandemi Covid-19

Baik dimanfaatkan dengan cara direbus ataupun sebagai aksesoris gelang tangan dan kalung di leher. Jadi, tak heran jika kalung ataupun gelang yang terbuat dari biji genitri ini dibanderol dengan harga yang lumayan tinggi. Kalau tidak percaya, silakan cek di beberapa situs yang menjual kalung atau gelang biji genitri.

Selain itu, genetri lidah indonesia menyebutnya jenitri juga dapat menyembuhkan penyakit epilepsi, radang sendi, juga penyakit hati hanya dengan mengalungkan biji genitri pada leher.

Seorang peneliti bernama Ir. Komari di ITB mengatakan bahwa biji genitri itu keras dan sangat awet. Tahan untuk digunakan oleh 8 turunan sekalipun.

Karena keunikannya yang dapat direspon cepat oleh tubuh, banyak orang-orang membudidayakannya kemudian membuatnya ke dalam bentuk aksesoris sehat yang menarik. Misalnya kalung, gelang, gantungan kunci, tas, cincin juga tasbih. Jadi selain bermanfaat bagi kesehatan orang-orang bisa menggunakannya sebagai style modis alami ramah lingkungan.