komitmen.id

Rempeyek Wow, Si Renyah Penggoyang Lidah yang Ramah Lingkungan

Komitmen, Makassar – Siapa yang tidak kenal cemilan tradinisonal ramah lingkungan yang renyah ini. Selain murah meriah, cemilan ini jauh dari kemasan beracun, dijamin jauh dari limbah industri.

Rempeyek yang diolah istri saya ini bukanlah rempeyek yang mematikan, sebaliknya cenderung ramah terhadap lingkungan, namun rasanya begitu menggoyang lidah penikmatnya.

Oleh karenanya bahan dasarnya herbal, di antaranya telor, tepung beras, daun jeruk pecel, kunyit, bawang putih, garam dan minyak goreng. Disini saya tidak menyebut beberapa resep rempah-rempah alami sebagai bumbu rahasia, atas permintaan istri dan itu sangat saya hormati privasinya.

Tentu banyak pembuat rempeyek tersebar di seluruh Indonesia, dari Sabang hingga merauke. Namun dari sekian ragam kombinasi rasa rempeyek. Istri hanya membuat rempeyek legendaris yaitu kacang dan rasa ebi pedas.

Keahlian istri membuat adonan rempeyek diwariskan dari almarhumah ibunya. Almarhumah Ibu mertua saya berasal dari Blitar merantau ke Kota Makassar sekaligus pernah berjualan nasi pecel, gado-gado dan masakan jadi. Sehingga kelihaian meracik dan menggoreng rempeyek tidak usah diragukan lagi.

Tetangga tempat kami tinggal di Perumahan BPS I, pernah mencobanya dan pada ketagihan.Pada awalnya membuat peyek untuk lauk pauk sendiri sebagai sajian makan nasi atau teman minum kopi maupun teh, bahkan teman ngunyah bakso.

Bukan sombong, tetangga maupun rekan kerja yang pernah merasakan olahan rempeyek istri saya, bahkan berkali-kali memesan.

Lantaran kesibukan istri mengurus anak-anak, usaha rumahan ini sempat mandeg beberapa tahun, bahkan untuk makan sendiripun tak sempat dibuat.

Kali ini istri, mencoba kembali merintis cemilan alamiah bebas kimia, yaitu rempeyek dibanderol “Rempeyek WOW”

Sayangnya, alamiahnya bahan dasar rempeyek  dalam penyajiannya belum ramah lingkungan, pasalnya masih dikemas menggunakan plastik.

Tentu tak semudah membalik tapak tangan mencari pengganti plastik sebagai pembungkus rempeyek, apalagi berbahan nabati, andaipun ada plastik berbahan organik jumlahnya sangatlah sedikit.

Sebagai langkah strategis satu-satunya pembungkus laris manis di pasaran menggunakan plastik, ini dampak dari belum adanya pengganti plastik organik yang mudah terurai tanah.

Meskipun sama-sama rempeyek, sensasi kenikmatan rempeyek buatan istri tidaklah sama dengan yang pernah saya rasakan ketika mencicipi rempeyek produk lain.

Pernah suatu ketika tetangga mencoba belajar membuat rempeyek, walhasil rasanya tidak nendang dan malah membuat gigi sakit mengunyahnya.   Namanya rempeyek, apabila dimakan begitu renyah, begitu digigit terdengar suara kriuk, kriuk mak nyus, mengundang selera. Racikan bumbunya begitu terasa di lidah terus bergoyang-goyang tanpa henti, saking renyah dan gurihnya adonan rempeyek.

Rintisan ini kembali hadir atas permintaan putri sulung yang ingin menjajakan rempeyek buatan ibunya. Bahkan tak segan-segan akan memasarkannya di tempat kerja, juga dititip tetangga yang kerja kantoran, untuk turut merasakan rempeyek yang cukup sensasional ini.

Bagi peminat rempeyek buatan istri, silahkan memesan minimal 5 (lima) bungkus, perbungkusnya dibanderol Rp. 10.000,- saja mengingat harga bahan pokok saat ini begitu mengkhawatirkan perekonomian kalangan menengah ke bawah.

Pemesan terlebih dahulu membayar uang muka sebagai modal bahan belanja, setelah peyek siap akan diinformasikan melalui media sosial baik WatsApp atas nama Arikah (081240055206-082193756028?maupun akun Instagram, sebagai tanda halal kemudian pembeli melunasi sisa pembayaran.

Rempeyek WOW ini hanya berlaku di sekitar daerah Biringkanaya, Tamalanrea dan Makassar, selama lokasinya jelas dan terjangkau.

Alamat ini penting, guna memudahkan pengiriman pesanan. Akan lebih mudah lagi bagi yang sudah mengenal dan ingin order silahkan kunjungi “gubuk” Rempeyek WOW!!! beralamat di Perum. BPS I Blok F.5/8 Kelurahan Sudiang Kecamatan Biringkanaya Rt.05 Rw. 10 Makassar.

Intinya anda pesan dibuatkan, ada uang tentu ada barang.

#Selamat Mencoba#

Exit mobile version