Uswah
FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

Komitmen, Makassar – Rasulullah SAW Sebagai Uswah Dalam Kehidupan Bermasyarakat merupakan tema peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Meski wabah pandemi Covid-19 melanda negeri tercinta tidak menyurutkan niat Panitia Dewan Kemakmuran Masjid Babussalam Perumahan Bumi Permata Sudiang I Makassar mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H. bertindak sebagai penceramah Ustadz Andi Rahmat Hidayat.

Maulid Nabi kali ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah Sebagai Uswah Dalam Kehidupan Bermasyarakat” dilaksanakan pada Sabtu (7/11/2020). Acara diikuti oleh seluruh jamaah masjid Babussalam.

Pada peringatan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana kita berada dalam suasana pandemi Covid-19 sehingga panitia menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir atau memakai hand sanitizer dan menjaga jarak, toh demikian tidak mengurangi hikmah yang terkandung dari Maulid Nabi Muhammad SAW.

Lantunan sholawat dan ayat suci Al Quran mengawali kegiatan ini. 

Andi Makkulau, SE, MM, QIA, Ketua Kemakmuran Masjid sekaligus ketua pelaksana kegiatan mengucapkan terimakasih atas kehadiran Ustadz Andi Rahmat Hidayat di tengah-tengah kesibukannya.

“Jama’ah Masjid Babussalam berharap mendapat pencerahan dari ustadz,” kata Ketua kemakmuran Masjid Babussalam.

Jama’ah Masjid Babussalam BPS I Makassar begitu antusias menyimak ceramah yang disampaikan ustadz.

Ustadz Andi Rahmat Hidayat menjelaskan hubungan keimanan dengan keteladanan (uswah). Namun disini lebih memfokuskan masalah keteladanan mengaitkannya dengan akhlak Rasulullah. Karena Rasulullah-lah orang yang berakhlak mulia yang wajib kita tiru perbuatannya.

Dalam ceramahnya, Ustadz memaparkan bahwa uswah artinya teladan Nabi Muhammad SAW yang baik. Panutan dan teladan umat Islam. “Seorang laki-laki pilihan Allah SWT yang diutus untuk menyampaikan ajaran yang benar yaitu Agama Islam,” Ustadz Andi Rahmat Hidayat menjelaskan.

Hadits tentang akhlak Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang baik maknanya, “Diriwayatkan dari Hafsh bin ‘Umar, dari Syu’bah, dari Sulaiman, aku mendengar Abu Wa’il,juga aku telah mendengar dari Masruq berkata, ‘Abdullah bin ‘Umar berkata, dan dari Qutaibah, dari Jarir, dari Al-‘A’masy, dari Syaqiq bin Salamah, dari Masruq berkata: kami telah bertemu dengan ‘Abdillah bin ‘Amr dan ketika berangkat dengan Mu’awiyah ke Kufah, kemudian dia menyebut Rasulullah SAW berkata: “Rasulullah SAW sama sekali bukanlah orang yang keji dan bukan pula orang yang jahat; dan dia berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda: “sesungguhnya orang paling baik di antara kamu sekalian adalah yang paling baik budi pekertinya.”

Allah s.w.t.berfirman “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suru tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)hari kiamat dan dia banyak mengingat Allah.”(QS. Al-Ahzab :21)

Ustadz Andi Rahmat Hidayat menuturkan, melalui keteladanan (Qudwah, Uswah) Nabi Muhammad SAW, Orang tua yang biasa memberikan keteladanan mengenai perilaku baik akan ditiru anak-anaknya.

“Tetap jaga silaturahmi, cintailah nabi diatas segala makhluk, cintailah kedua orang tua kita. Ikutilah Nabi Muhammad SAW sebagai uswah dalam kehidupan di masyarakat,” jelasnya.

Siapa yang kita dahulukan, tentu orang tua kita. Apalah artinya baik kepada tetangga kalau tidak bisa memuliakan kedua orang tua sendiri.

“Bagi anak yang bisa memuliakan orang tuanya, maka dia bisa memuliakan orang tua yang lainnya,” tutup Ustadz.



Baca juga :   Berfikir Positif Termasuk Ibadah Terbaik

4 thoughts on “Rasulullah SAW Sebagai Uswah Dalam Kehidupan Bermasyarakat Tema Maulid Nabi di Masa Pandemi”

Comments are closed.