Raja Firaun (foto: pixabay)

Komitmen, Raja Firaun dengan pengikutnya yang tersesat itu mati tenggelam di laut merah dalam keadaan terhina. Kesesatan Firaun selalu mendapatkan perhatian nabi Musa AS.

Maksudnya, Nabi Musa tak henti-hentinya menyampaikan dakwah sebagai tugas suci ke hadapan Raja Firaun dan para pengikutnya agar kembali ke jalan yang benar.

Nabi Musa AS mengajak pengikut Firaun agar beriman kepada Allah SWT, tetapi Firaun dan para pengikutnya bebal akan ajaran Musa bahkan tak menggubrisnya. Justru Nabi Musa AS dengan pengikut setianya mendapat intimidasi dan perlakuan yang kejam dari penguasa lalim tersebut.

Lebih dari itu, tak sedikit orang-orang yang beriman diculik kemudian disiksa dengan cara keji sampai tewas. Kekejaman Firaun dan pengikutnya semakin lama semakin brutal dan menjadi-jadi.

Angkara murka di Mesir sulit dilenyapkan karena sudah mendarah daging dalam tubuh penguasa. Harta kekayaan Negara yang sebenarnya menjadi hak rakyat, telah dirampas dan digunakan untuk bersenang-senang oleh Firaun dan koleganya. Sementara itu rakyat dalam keadaan melarat dan kekurangan makan.

Baca juga :   Berfikir Positif Termasuk Ibadah Terbaik

Menyaksikan keadaan para penguasa yang semakin memprihatinkan dan tak bermoral itu, Nabi Musa merasa prihatin. Musa lalu bermunajat kepada Allah SWT sebagaimana diceritakan dalam Alquran.

Nabi Musa berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya engkau telah memberi kepada Firaun dan tentaranya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya tuhan, akibat dari itu, mereka menyesatkan (para manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta benda mereka semua. Dan patrilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih. (QS. Yunus 88)

Lalu Allah melenyapkan harta kekayaan Firaun dan para pengikutnya menjadi batu.

Namun, Firaun masih saja tidak beriman sehingga Raja dzalim ini ikut tenggelam, dan dalam keadaan terjepit barulah dia beriman.  

Baca juga :   Memilukan, Seorang Bayi Meninggal Digendongan Ibunya

Maka Allah berfirman, Apakah sekarang (kamu baru beriman) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dulu dan kamu adalah termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan (QS. Yunus 91.)

Firaun yang bernama Mush’ab bin Walid, sebelum menjadi raja sebenarnya berprofesi sebagai pedagang minyak wangi dan menjadi tukang pajak liar di pemakaman ini bersama bala tentaranya pun mati ditelan lautan merah, berakhir dalam keadaan terhina.