Komitmen, Bima – Presiden Mahasiswa Peduli Rakyat (MAPERA) Nusantara kembali mengecam pernyataan staf khusus Presiden RI yang mencoba memberikan penjelasan terkait perekrutan Rektor dari asing, Diaz Hendropriyono “Waktu kita bertukar pikiran dengan Presiden, memang keinginan pemerintah itu bukan karena orang Indonesia tidak mampu jadi CEO, bukan karena orang Indonesia tidak mampu menjadi rektor. Tetapi, kalau ada orang asing kita menjadi terpacu. Pak gue juga bisa,” kata Diaz di Denpasar, Bali, Rabu (14/8) pagi.

Hal tersebut membuat Presiden Mapera geram, Menurut fhyan presiden Mapera,”pernyataan bapak Diaz seakan bangsa dan masyarakat indonesia ini tidak memiliki daya dorong dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, sehingga harus mendatangkan orang asing sebagai bahan pemacu bagi rakyat indonesia. Pola pikir pemerintah hari ini terlalu bergantung pada bangsa asing, sedikit-sedikit minta bantuan asing, sedikit-sedikit impor barang dari asing, sekalian saja rakyatnya di impor dari asing”.(15/08/2019)

Baca juga :   Bantuan Untuk Masamba

Presiden mapera menambahkan, “Bangsa ini tidak akan pernah berdikari jika pemimpin selalu memiliki sifat kebergantungan terhadap bantuan luar negeri. Memang tidak mudah membesarkan suatu negara, apa lagi cakupanya luar, akan tetapi bukan berarti bangsa ini tidak mampu untuk mandiri, pada dasarnya saya ragu terhadap kepemimpinan bapak Joko Widodo selaku presiden RI mampu untuk buktikan bahwa Negara Indonesia bisa mandiri secara ekonomi dan sumber daya manusia lebih-lebih terhadap pengelolaan alam sendiri. Intinya kami menolak mendatangkan rektor asing, jika pemerintah masih bertekad untuk melakukanya, maka kami siap berhadapan dengan pemerintah.