Pesawat Sriwijaya (ist)
FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

Komitmen, Jakarta Pesawat Sriwijaya SJ-182 jatuh di Pulau Laki Kepulauan Seribu pada Sabtu, (9/1/2021) setelah hilang dari pantauan layar radar.

Atas musibah tersebut Indonesia berduka, pasalnya wabah covid-19 saja belum usai berita duka kembali hadir dari dunia penerbangan. Semoga para tim pencari serpihan puing-puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 diberikan kesehatan dan kekuatan dari Allah SWT agar secepatnya menemukan bangkai pesawat dan juga para penumpangnya.

Peristiwa ini tentu mengingatkan kita akan musibah jatuhnya pesawat komersil Adam Air nomor penerbangan 574 rute penerbangan Jakarta-Surabaya-Manado yang jatuh di perairan Majene Sulawesi Barat pada 1 Januari 2007 lalu.

Kabar duka tersebut kembali datang dari pesawat terbang komersil Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 rute penerbangan Jakarta menuju Pontianak.

Pesawat bernomor bodi kabin PK-CLC tersebut hilang kontak saat lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang menuju Bandara Supadio Pontianak Kalimantan Barat.

Sekitar pukul 14.36 WIB pesawat Sriwijaya Air SJ-182 terbang dari Bandara Soetta, kemudian satu menit berselang pesawat tujuan Pontianan berada di ketinggian 1.700 kaki dan diizinkan naik hingga ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standar instrument,” tegas Adita Irawati selaku Juru Bicara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia ini.

Menurut Adita Irawati selaku Juru Bicara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, ia mengatakan turut berbela sungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu.

Baca juga :   Pangdam Hasanuddin Terima Audensi Kakanwil BNI Makassar

Sekitar  pukul 14.40 WIB kehilangan kontak dengan pesawat Sriwijaya Air. Pesawat tidak mengarah 075 derajat melainkan ke arah barat laut, karenanya ditanyakan oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat. Tidak lama kemudian dalam hitungan detik, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hilang dari lahyar radar,” kata Adita Irawati, Sabtu (9/1/2021).

“Sebanyak 62 penumpang, terdiri 50 penumpang (40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi), 12 kru terdiri dari 6 kru aktif dan 6 kru ekstra,” terangnya kepada awak media saat konfrensi pers di Bandara Soekarno Hatta, pukul  20.00 WIB itu.

Ia menambahkan, saat ini sudah dikerahkan kapal-kapal untuk pencarian dan penyelamatan korban diantaranya dari Kemenhub RI, Basarnas, TNI AL, Polda Metro, Polairut semuanya bergerak cepat.

Sementara itu dari pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) langsung melakukan penyelidikan dan pengumpulan data terkait kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 yang diproduksi pada tahun 1994 tersebut, bahkan pihaknya akan malakukan wawancara terhadap nelayan yang konon katanya melihat pesawat yang dimaksud tersebut jatuh.

Langkah tanggap selanjutnya pihak Angkasa Pura II dan Sriwijaya Air telah membuka Posko Pengaduan terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 di Bandara Soetta dan Bandara Supadio Pontianak serta kantor Sriwijaya Air.

Untuk nomor Hotline Crisis Center 24 jam di nomor 021-80637817 atau bisa mendatangi posko terminal kedatangan 2D Bandara Soekarno Hatta.

Baca juga :   Bupati Batubara Tawarkan Ilmuwan Muda Dunia Kelola Hasil Laut

Siapa sangka pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-500 jurusan Pontianak itu harus terjun bebas di perairan Pulau Laki Kepulauan Seribu, usianya 25-26 tahun, tentu ini sudah terbilang cukup tua yang rentan untuk pesawat komersil.

Mengutip beritasatu Namun berapapun usia pesawat komersil tersebut apabila dirawat dengan maksimal sesuai regulasi yang berlaku di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan seharusnya tidak ada masalah, sebagaimana disampaikan oleh Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono pada saat konfrensi Pers di Bandara Soetta Tangerang.

Hal senada disampikan Direktur Utama Sriwijaya Air Boeing 737-500 yang jatuh di Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Jefferson Jauwena kondisi pesawat laik terbang, pasalnya sebelumnya terbang ke Pontianak PP dan Pangkal Pinang. Dari laporan maintenance lancar-lancar saja.

Mari kita doakan saudara-sudara kita yang mengalami musibah kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di area Pulau Lancang, Pulau Laki Kepulauan Seribu.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan para korban diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT.