gadis miskin

Dewi Sri namanya, dikenal sebagai gadis miskin yatim piatu. Toh demikian, Dewi Sri begitu kaya hati, suka menolong orang lain di tengah keterbatasan hidupnya.

Selintas tak hentinya Dewi Sri menengok ke langit, sesekali dia menunduk dan menuai kecewa. “Kenapa aku terlahir miskin,” tandasnya sembari meneteskan air mata.

Dan, teman-teman di kampung memanggilnya gadis miskin papa, namun diacuhkanya ujaran-ujaran orang-orang sekitarnya. Dewi Sri tidak pernah berpaling dari Tuhan.

Penuh kesabaran, dirinya rutin sholat malam menengadahkan tangannya kepada sang pencipta meskipun hujan deras mengguyur rumahnya.

Dewi Sri berharap mampu berbuat baik bagi orang lain, miskin baginya hanya sebuah identitas tanpa makna, menolong orang dengan ikhlas

baginya lebih kaya dari pada nilai harta apapun.

Dewi Sri lebih suka membantu orang lain tanpa pamrih yang bermanfaat bagi orang lain, diakuinya menolong orang lain menggunakan harta itu gampang menarik simpati orang lain, sementara Dewi Sri menolong orang lain hanya memakai jasa tenaga dan fikiran yang telah mengharumkan nama Sri di kampungnya, sebab Sri menolong orang tanpa mengharap pamrih.

Kemiskinannya membuat kekasihnya yang kaya raya pergi meninggalkan dirinya dan berpaling memilih wanita yang bergelimang harta.

Entah berapa lama Dewi Sri harus menghitung hinaan orang-orang yang seakan menyudutkan hidupnya.

“Sri, aku harus menikah dengan wanita lain pilihan orang tuaku,” kata Yus kepadanya sebelum perpisahan itu terjadi. Sambil membelai rambutnya yang lurus, kekasihnya nampak tersenyum mencoba memberinya isyarat bahwa perpisahan harus dilalui dengan berat hati.

Yus lebih memilih wanita kaya raya, disebabkan tidak mau dikatakan anak durhaka, maka dari itu Dewi Sri iklas melepas kekasihnya itu.

Berkat kekayaan hati Dewi Sri, tanpa disangka datanglah seorang pemuda tampan rupawan, kaya raya. Konon harta kekayaannya melebihi milik mantan kekasihnya.

Tujuan pemuda kaya raya tersebut ingin mencari pasangan hidup yang baik, solehah suka menolong orang lain dan rajin beribadah.

Beberapa lama pemuda tersebut berkeliling kampung mencari pasangan hidup yang sesuai kriterianya. Selama pencariannya, pemuda ini belum menemukan wanita pilihannya.

Tanpa sengaja pemuda ini datang ke kampung sebelah dimana pada saat itu Dewi Sri sementara memanen padi milik tetangga untuk menghidupi dirinya yang sebatang kara.

Tanpa basa-basi pemuda kaya raya tadi kagum sekaligus mengutarakan kalimatnya untuk mempersunting Dewi Sri yang miskin papa tersebut.

Sontak kegelisahan sekaligus kegamangan menghinggapi hati Dewi Sri yang baik hati tadi.

“Entah, berapa lama Dewi Sri akan menerima lamaranku, aku tetap menunggu jawaban darimu. Kebaikan hatimu telah memikatku,” kata pemuda tampan dihadapan Sri.

Dikatakan juga, aku tahu Dewi adalah gadis yang baik dan kaya hati, makanya aku datang ingin meminangmu.

“Sebelumnya banyak gadis-gadis yang datang hanya mengincar hartaku saja, aku yakin kamulah gadis yang pas bagiku,” ucap pemuda tampan ini sembari melontarkan senyum.

Kebaikan hati dengan keikhlasan menolong orang tanpa pamrih itulah yang mengarahkan pemuda tampan nan kaya raya itu untuk melamar Dewi Sri menjadi istrinya. Karena itu, Tuhan telah menciptakan manusia dengan jodohnya masing-masing.

Singkat cerita, Dewi Sri ini sungguh beruntung. Betapa tidak, wanita yang notabene berasal dari keluarga biasa namun mampu memikat hati pemuda kaya raya hingga meminangnya menjadi istri.

Ini memang seperti kisah Cinderella, dimana seorang gadis yatim piatu yang miskin dan teraniaya, tapi beruntung mendapatkan cinta sang pemuda tampan bak pangeran kaya raya.

Atas perbuatan baik yang Dewi Sri lakukan maka Allah SWT membalas kebaikan yang telah dia lakukan, meski Dewi Sri hidup miskin, dibalik itu Sri memang dikenal gadis baik yang kaya hati.

Cerita fiktif diatas dapat memberikan gambaran kepada setiap manusia bahwa kita harus selalu berbuat baik kepada siapapun dan kapanpun tanpa melihat latar belakangnya terlebih dahulu karena kebaikan kecil berbuah manis.

Jangan remehkan kebaikan gadis yang bernama Dewi Sri, karena berbuat kebaikan yang ikhlas akan indah pada waktunya, bahkan berbuah surga.

Baca juga :   Sepupu Temanku