Pemuda Kreatif Ini Terbitkan Buku Pada Masa Modern 2020

Komitmen, Gowa – Muh. Akmal Ahsan namanya, pemuda kreatif ini berasal dari Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa. Pemuda satu ini unik, kenapa? Pasalnya dirinya lebih memilih menempuh studi di Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ketimbang kuliah di Daerah asalnya, tentu ada alasan tersendiri memilih menempuh kuliah di kota Gudeg Yogjakarta.

Selain menempuh di tanah Yogjakarta, Akmal rupanya telah menerbitkan buku berjudul Pada Masa Modern (2020). Ini adalah buku kedua setelah sebelumnya ia menerbitkan buku berjudul Meretas Batas Pemikiran (2020).

Akmal adalah putra daerah Tabbinjai yang juga merupakan inisiator organisai Pemuda Tabbinjai Berkarya (Petaka) beserta inisiator lainnya, ia merupakan anak dari pasangan Drs.Muh. Tahir Lelo dan Ibu Sawiyah S. Pd.M.Si. Menempuh studi perguruan tinggi di Yogyakarta, ia meninggalkan kampung halaman semenjak tahun 2015 silam hingga kini ia menyelesaikan studinya di UIN Sunan Kalijaga.

Baca juga :   Polres Maros Berqurban 11 Ekor Sapi, Bagikan Kepada Masyarakat dan Panti Asuhan

Melalui buku ini, penulis menggambarkan masalah sosial di masyarakat beserta gagasan dan gerakan yang perlu dilakukan oleh elemen sosial, khusunya para intelektual.

Menurutnya modernitas telah melahirkan dampak paradoks, kehadirannya melahirkan perkembangan peradaban, tetapi pula sering melahirkan masalah sosial. Dalam kata pengantar bukunya, ia menjelaskan, di dunia sekarang ini, seringkali tampak orang-orang lebih mementingkan dedaunan yang jatuh membusuk ketimbang manusia yang terpapar frustasi dan kegilaan.

“Seringpula belas kasih mengalir kepada robot buatan, daripada insan yang memiliki perasaan. Dunia kini adalah ruang yang serba paradoks, ambigu, ambivalen. Kita perlu angkat tangan, menginterupsi modernitas dan segala atribut yang bertaut pada dirinya,” tegas Akmal.

Menurutnya, gagasan modernisme memerlukan sanggahan. Manusia menyangka hidup oleh petunjuk akal, namun bukankah atas sumbangsih akal pula manusia saling membunuh, perang nuklir, darurat ekologi, pandemi, gawat Hak Asasi Manusia, politik yang membabi buta, konflk sektoral, pula lain sebagainya.

Baca juga :   Perjalanan dan Lika-Liku Kehidupan

Dengan lahirnya buku ini, Akmal berharap para intelektual yang berada di Pedesaan, khususnya pemuda di Tabbinjai dan Tombolo Pao terus mengadakan hegemoni intelektual, salah satunya dengan penyebaran ide melalui tulisan. “Hanya dengan demikian, para pemuda dan intelektual mampu turut terlibat dalam agenda transformasi tulisan,” Akmal menandaskan.

Penulis bisa dihubungi melalui email akmalahsan43@gmail.com, Instagram @akmaltahir dan Facebook di Akmal Akhsan Tahir.