peluang bisnis kuliner

Komitmen- Kuliner Selama masih ada yang hidup, selama itu juga diperlukan makanan. Peluang bisnis kuliner masih sangat terbuka, hal ini dikarenakan ada kebutuhan setiap saat. Persaingan? Tentu selalu ada, semakin besar persaingan, semakin besar kompetisi, semakin besar pula tuntutan untuk berinovasi. Banting harga atau diskon besar-besaran sering menjadi senjata untuk menarik pelanggan sebanyak-banyaknya.

Eit tunggu dulu, bicara tentang kuliner atau makanan tak melulu bicara harga. Soal rasa bisa menjadi hal yang utama bagi sebagian orang lain. Ya cita rasa pedas, manis, gurih, empuk, lembut  dan lain sebagainya wewakili kata-kata yang sering diucapkan penikmat kuliner untuk menggambarkan tentang cita rasa yang menjadi favoritnya.

Berdasarkan data dari data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi industri pengolahan ke PDB mencapai 19,87 persen pada kuartal II/2020, lansir sebuah media nasional. Hal ini menjadi berita menggembirakan sekaligus menjadi tantangan untuk terus berinovasi jika ingin membuka atau mengembangkan usaha dibidang kuliner.

Ditengah serbuan makanan modern yang bisa dengan cepat disajikan atau dihidangkan, tampilan menggoda dan segudang daya tarik lainnya, ada juga pengusaha yang justru banting setir menyajikan makanan tradisional untuk membidik segmen pelanggan tentertu, sebab jangan lupa ada segmen pelanggan yang cenderung fanatik akan cita rasa tertentu, ada juga yang berdalih dengan masalah kesehatan dan lain sebagainya.

Kiat-kiat Menangkap Peluang Bisnis Kuliner

1. Kenali dan Fahami Kondisi Sekitar

Mengenali kondisi sekitar sangatlah penting, hal ini akan menentukan siapa pelanggan, bagaimana pola konsumsi pelanggan, kapan pelanggan biasa makan atau minum, jenis makanan dan minuman apa saja, dan banyak hal lain yang harus dikenali lebih lanjut. Bukan hanya itu kenali juga pesaing disekitar kita

Untuk memiliki data dan informasi tentang kondisi sekitar bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, termasuk menggunakan jasa konsultan jika kita memiliki anggaran lebih. Jika tidak kita bisa mencari informasi sendiri dengan cara sendiri.

Yakinkan diri dengan informasi yang kita peroleh tentang kondisi sekitar, agar lebih yakin lakukan pengamatan berulang dan acak, bisa jadi fenomena yang terlihat di depan mata saat itu karena ada faktor lain yang bersifat sementara, eit jangan tertipu kondisi sesaat.

Baca juga :   Ketupat Sayur Mas Dwi Memang Mantab Nendang di Lidah

Jika diperlukan, lakukan wawancara dengan warga sekitar mengenai kondisi sekitar, tapi hati-hati ya, wawancara seperlunya, santai, tidak formal, bisa-bisa dianggap sedang diiterogasi. Kembangkan pertanyaan untuk menggali-gali alternatif. Bisa juga sih buka aja dulu usaha, sambil usaha berjalan, sambil menggali informasi untuk pengembangan.

2. Buka Usaha Dengan Konsep Unik dan Menarik

Enak bisa jadi soal selera, namun karena unik dan menarik bisa jadi sajian anda memberi kesan tersendiri, selalu diingat, dan menjadi daya tarik untuk pelanggan kembali berkunjung.

Konsep tradisional, modern, atau konsep menarik lainnya bisa menjadi daya tarik usaha. Sampai-sampai ada usaha yang kelewat ekstrim dengan menyajikan kulinernya dengan wadah yang bentuk toilet dan lain sebagainya, mungkin bagi sebagian orang menantang dan unik, tapi bisa jadi tidak untuk sebagian yang lain.

Serba pedas dengan level-level yang membuat penasaran, lesehan dengan sajian tradisional, porsi jumbo dan lain sebagainya bisa menjadi pilihan daya tarik jika persaingan cukup ketat dan sajikan menunya mirip-mirip dengan kompetitor.

3. Buat Acara Yang Bisa Menarik Pelanggan

Pada kondisi normal (bukan pada kondisi pandemi) dimana bisa berkumpul banyak orang di suatu tempat, kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengadakan acara ulang tahun, pesta perkawinan, reuni, perpisahan atau sekedar bazar bisa menjadi alternatif membuat usaha semakin rame dan kelihatan selalu rame, bisa jadi menjadi daya tarik tersendiri. Tentu saja fasilitas dan sarana dan prasana termasuk tempat parkir dan lain sebagainya.

4. Diskon, Bonus, Hadiah  dan Promo

Beli 1 dapat gratis 1, beli makanan, gratis minuman, bayar pakai ini diskon 20 persen, dan banyak lagi diskon, bonus dan hadiah ditawarkan. Umunya gerai-gerai besar yang menawarkan hal-hal yang demikian. Bukan tanpa alasan, modal yang kadang-kadang tidak sedikit diperlukan untuk membuka kerjasama dengan merchand-merchand tertentu, dan kadang membutuhkan,

Baca juga :   Usaha Mie Jawa Tradisional Rambah Pasar Global

Pelajari perubahan perilaku pelanggan dengan diskon, bonus, hadiah dan promo yang pernah diadakan. Untuk palanggan yang fanatik biasa cenderung tidak banyak merubah perilaku karena sudah cocok dengan seleranya, beda dengan pelanggan baru dan kebanyak pelanggan lainnya.

5. Gunakan Media Sosial

Media sosial bisa menjadi alternatif untuk menarik pelanggan. Sajian kuliner harus tampil menarik (instagramebel, istilah anak sekarang) dan dokumentasikan sajian dengan foto yang menarik juga, manfaatkan jaring pertemanan, relasi bisnis, dan kominitas sosial lainnya menawarkan produk anda. Bisa jadi kawan dan relasimu adalah pelangganmu.

6. Jangan lupa, ada segmen pelanggan online

Pembahasan diatas mungkin cenderung membehas mengenai peluang usaha bisnis kuliner berupa warung, kedai, restoran dan usaha lain yang menyajikan untuk dimakan ditempat?. Tidak juga pada prinsipnya hampir sama saja mengelola usaha kuliner secara online dan offline, hanya beberapa hal membedakan. Perbedaan itu antara lain adalah:

  • Jika usaha kuliner melayani makan ditempat tentu saja memerlukan lokasi/tempat makan yang cukup, nyaman dan memadai, berbeda dengan warung atau kedai yang hanya melayani untuk dibawa pulang saja (take away)
  • Jika pada umumnya warung atau restoran berlokasi di pinggir jalan raya yang ramai, maka warung atau resto yang hanya melayani penjualan secar online bisa belokasi di rumah/perumahan termasuk di dalam lorong/gang sempit pun tidak masalah, karena untuk mencari lokasi sudah dilengkapi penunjuk lokasi dengan GPS.
  • Meski usaha berlokasi di dalam lorong/gang yang sempit peluang usaha tidak jauh beda dengan restoran makan ditempat, rasa tergantung selera, harga bisa saing,

Ayo jemput peluang usaha bisnis kuliner