Muslim yang baik (pixabay)
FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

KomitmenMuslim yang baik mampu menjaga lisan dan tangannya dari perkataan dan perbuatan yang tidak baik. Sehingga Muslim lain selamat dari lisan dan tangannya.  

Seorang muslim adalah kaum yang selamat dari lisan dan tangannya ini sebagaimana Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Seorang muslim ialah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.

Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lisannya dilarang untuk melukai, berbohong dan memerintah bawahan melakukan perbuatan melanggar hukum atau perbuatan dosa. Sementara tangannya dilarang digunakan untuk berbuat dosa. 

Dosa yang lahir dari tangan seperti menandatangani kesepakatan yang merugikan orang lain, memukul, membunuh dan lain sebagainya.

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)” (QS. Al Anfal:20). “Maka segeralah (berlari) kembali mentaati Allah” (QS. Adz Dzariyaat:50).

Baca juga :   Jika Allah Menghendaki Kebaikan Bagi Hambanya

Rosululloh ShallAllahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim)

“Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan jadikan baginya jalan keluar dan memberi rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka, dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia itu cukup baginya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam.“  [HR. Muslim]

“Apa yang diberikan oleh Rasul kepadamu, maka ambillah dan apa yang dilarang oleh Rasul, maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7). “Barang siapa yang taat kepada Rasul, maka sungguh dia telah taat kepada Allah.” (QS. An-Nisa: 80).

Baca juga :   Mendoakan Saudara Muslim dan Kebaikan Lainnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa berdoa dalam sujudnya, “Allôhummaghfirlî dzambî kullah; diqqohu wa jillah, wa awwalahu wa âkhiroh, wa ‘alâniyyatahu wa sirroh” (Ya Allah, ampunilah semua dosaku. Yang kecil maupun yang besar. Yang dahulu maupun yang sekarang. Yang kulakukan terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi”. (HR. Muslim)

Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. (QS. Muhammad: 19)