Muhammad Ja'far

Komitmen, Jakarta Muhammad Ja far Hasibuan yang banyak mendapatkan prestasi tingkat dunia dan diluar negeri “Untuk bertemu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tujuannya mau mempersentasikan hasil reset temuannya yaitu obat herbal yang asli buatan anak bangsa yang di buat dengan cara sangat sederhana dan di akui oleh dunia internasional.

Muhammad Jaffar sebagai warga negara Indonesia, keinginan saya bertemu Pak Presiden bukan semata-mata minta dana, tapi ingin mempresentasikan temuan saya, di hadapan Pak Presiden dan Jajaran Menteri Kabinet Jilid II, sejak Bulan April 2019 kemarin sudah ditunggu, sampai saat ini belum diundang,” lanjut Ja’far.

Muhammad Jaffar mempunyai alasan bertemu Presiden Jokowi dan Kabinet Kerja Jilid II Indonesia, menurut Ja’far, Indonesia Darurat Penyakit.

“Rakyat sakit Negara tidak bisa kuat” jika ingin negara kuat rakyat harus sehat, dengan cara pengobatan herbal, dengan di buka dan dikembangkannya herbal atau membuka Universitas Herbal di indonesia ini akan bagian dari solusi bagi masyarakat banyak serta otomatis defisit BPJS bisa berkurang, contohnya penyakit Diabetes atau penyakit Gula, kalau dia berobat sama dokter secara kimia, otomatis akhirnya cuci darah, sedangkan kalau pengobatan dengan herbal tidak kena komplikasi.

Contohnya lagi seperti luka, kalau sudah parah, dokter harus amputasi, sedangkan secara pengobatan herbal, tidak perlu amputasi, sehingga tidak jadi beban pemerintah, contah lagi dari penyakit diabetes, bisa kena mata, menjadi buta, akhirnya jadi beban pemerintah dan beban keluarga. Sedangkan semua penyakit bisa dicegah, bisa diobati dan disembuhkan.”ungkapnya.

Lanjutnya secara otomatis rakyat Indonesia, khusus petani herbal, bisa maju dan berkembang, dengan menanam tanaman herbal, dan hasil kelautan, otomatis GNP kita akan makin tambah naik.

Potensi obat herbal di Indonesia sebenarnya masih terbuka lebar, karena belum dimanfaatkan secara optimal. Indonesia bisa belajar dari negara China yang pengobatan tradisionalnya sudah maju, dimana anak Indonesia,”tambah Ja’far.

Muhammad Ja’far, menyebutkan China merupakan negara pengguna pengobatan tradisional terbesar di dunia.

Baca juga :   Waspadai Penyebaran Covid-19 di Wilayah, Koramil Sejangkung Data Kesehatan PMI

“Pengunaan herbal di China mencapai 50 Persen dari seluruh pengobatan. Umumnya negara di dunia hanya 35 Persen saja,” kata Ja’far, pakar herbal kulit untuk manusia dan hewan ĺuar dan dalam, dimana pemanfaatan herbal di Indonesia sebenarnya bisa mencontoh China, jika studi tentang tanaman obat semakin banyak. Bahkan, obat tradisional akan bisa setara dengan obat sintetik.

Diharapkan pemerintah jilid ke II, dengan program obat herbal temuan Ja’far, masyarakat dan tenaga kesehatan bisa lebih dekat dengan jamu yang bersumber dari hewan dan tumbuhan,” terangnya.

Ditambahkannya lagi Ja far mengatakan bahwa selama ini banyak masyrakat umat kristen yang membantu saya, salah satunya mau mempertemukan saya sama perusahaa sido mulyo dan menteri kesehatanini bukti kaum kristiani lebih menolong orang muslim.

Jujur saya banyak di bantu oleh golongan orang kristiani dan bisa masuk hitam putih pun saya setelah saya teliti atas bantuan dari golongan kristiani dan beberapa akhir tahun ini jujur saya katakan banyak yang menghubungi saya kebanyakan dari kaum kristiani dibandinng sesama muslim.

Mohon bantu komentar saudaraku se iman apakah ini pertanda kedamaian dunia sudah bangkit dan toleransi sedang meningkat dimana kaum kristiani banyak menolong kaum muslim.”tandas Ja far sebagai penutup.

Baca juga :   Community Motor Trail Maros Menyelenggarakan Event One Day Adventure