Buku Merobek Demokrasi

Komitmen – Merobek Demokrasi, demikianlah judul yang sengaja dipilih untuk buku yang merupakan kumpulan tulisan ini.

Pilihan tersebut tentu bukan tanpa alasan dan pun tidak bermaksud mengabaikan pentingnya sejumlah judul atau topik menarik yang tersaji pada setiap bagian dan halaman pada isi buku.

Sebuah asumsi dasar yang melatari pencatuman judul tersebut yakni berangkat dari pemikiran bahwa istilah “demokrasi” cukup representatif mewakili judul lainnya.

Mengapa? sifat general demokrasi membuatnya ia
bisa bersesuaian serta dapat masuk ke semua ranah disiplin ilmu pengetahuan.

Dengan demikian, siapapun dan dari profesi apapun dapat mengkaji wacana, proses, maupun problem demokrasi tersebut yang dihubungkan dengan berbagai hal.

Di sisi lain “demokrasi” selalu

menjadi tranding topic yang mengundang hasrat banyak orang untuk memperbincangkannya, mulai warung kopi sederhana pinggir jalan hingga café mewah di hotel-hotel.

Hal ini merupakan bukti betapa demokrasi tersebut menjadi hal penting tidak hanya dalam bidang politik, tetapi pada berbagai aspek kehidupan di mana implementasi demokrasi adalah dambaan semua masyarakat.

Dalam dunia pendidikan misalnya, proses penyelenggaraannya selalu diharapkan berjalan secara demokratis di mana pendidikan idealnya berpihak kepada kepentigan dan kebutuhan rakyat.

Dalam bidang budaya demokrasi juga menjadi dambaan setiap masyarakat, dimana proses penentuan kebijakan pemerintah di sektor ini senantiasa diharapkan berpihak kepada kepentingan rakyat. Pun dalam bidang supremasi hukum menyangkut persoalan sosial kemasyarakatan, rakyat mendambakan demokratisasi terterapkan sebagaimana seharusnya.

Dengan demikian, sudah jelas seperti diurai dalam buku ini bahwa demokrasi memang perlu dipahami sebagai sebuah ajaran kemanusiaan agar ia memberi arti bagi kehidupan manusia.

Buku merobek demokrasi diterbitkan Pijar Press 2018 bekerjasama dengan harian fajar dan Ikatan Penulis Indonesia Makassar (IPIM) Sulawesi Selatan.

Editor dari buku Merobek demokrasi yakni, Faisal Syam, Andi Baso Tancung dan Ahmadin.

Sekedar dijelaskan bahwa buku ini memuat sebanyak 40 tulisan terpilih dari artikel opini yang pernah dimuat di Harian Fajar. Artinya, tidak semua tulisan yang pernah tampil di rubrik opini Koran tersebut dimuat dalam buku ini, tetapi hanya sebatas yang terpilih saja. Untuk itu, merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan tersendiri bagi para penulis yang artikelnya termuat.

Beragam tema dan topik melebur menyatu secara apik dalam buku ini, seperti: politik, korupsi, sosial, ekonomi, budaya, pariwisata, pendidikan, kota, dan lainnya. Pilihan tema yang variatif dan gaya khas setiap penulis artikel tersebut, menyuguhkan menu bacaan menarik kepada segenap pihak terutama para pecinta buku.

Dalam buku ini pembaca dapat menikmati ulasan wacana tentang perlunya menyempurnakan proses berdemokrasi di Indonesia dalam bentuk pengadaan pilihan alternatif.

Haruskah membiarkan demokrasi tersebut terobek oleh tindak kekerasan oknum tidak bertanggungjawab? Tentu saja jawaban bijak yang mucul adalah “tidak”.

Untuk itu jika kita sepakat bahwa demokrasi adalah ajaran kemanusiaan yang dapat memberi arti dan menghamparkan makna bagi kehidupan sosial berbanga dan bernegara, mari menjaga dan merawat demokrasi yang bermartabat.

Oleh karena itu, pentingnya menjaga marwah demokrasi sangat ditentukan sikap dan wibawa otoritas kekuasaan agar rakyat juga tak terjebak pada ritme kekerasan. Sebab proses politik yang dilahirkan oleh kekerasan maka pastinya juga melahirkan pemimpin “tuli” dan cenderung diktator.

Buku Merobek Demoktasi tidak hanya memberi kontribusi pada kemajuan suatu peradaban, tetapi juga sebagai “saksi” dengan mendokumentasikannya, sehingga kemajuan tersebut ikut dirasakan dan dinikmati oleh umat manusia yang hidup di ruang dan waktu yang berbeda.

Selamat membaca. Semoga buku Merobek Demokrasi ini membawa manfaat dan berkah bagi segenap pihak yang membacanya.

Baca juga :   Dede Farhan Aulawi Uraikan Sejarah Pijat Tradisional Indonesia