Ngopi

Komitmen-Kerja itu aktivitas, ngopi itu rutinitas kalau suka ngopi di warkop bukan berarti tidak kerja. Orang yang suka ngopi itu komitmen terhadap pekerjaan,  orang yang suka ngopi justru getol bekerja, apalagi ditemani sebantang rokok justru akan menemukan produktivitas serta kreativitas tanpa batas.

Justru orang yang suka ngopi itu, orangnya kreatif, pekerja keras, apalah arti sebuah tempat. Dari warkop pun pekerjaan tidak butuh waktu lama menyelesaikannya. Cukup ditemani secangkir kopi, baik hitam maupun kopi susu, semua kerjaan rampung dalam waktu singkat.

Coba, tanya para penikmat kopi, begitu menyeruput secangkir kopi akan memberi inspirasi yang begitu luar biasa dan menambah

daya dukung daya tampung mumpuni serta tenaga untuk mendapatkan ide-ide baru.

Kita pasti akan tidak percaya bahwa menyeruput kopi tidak membuat kantong kebobolan. Bukan masalah harganya, kebersamaan itulah yang utama.

Saking harumnya aroma khas kopi membuat dua ekor lalat kayaknya sepasang kekasih ini  nyemplung di dalam air, kayaknya sepasang lalat ini terpikat aroma kopi dan kehausan, yah…ujung-ujungnya nyemplung  dalam air dalam gelas. Lalat ini meregang nyawa setelah nyemplug dalam air, ihwalnya air itu bukan air dingin tetapi air panas, disitu lalat itu klepek-klepek kesakitan menikmati rasa putih beraroma kopi susu.

Kerja itu aktivitas, ngopi itu rutinitas bentuk komitmen antara pekerjaan dan budaya ngopi dari sebuah Warkop dibilangan jalan Batara Bira Baddoka. Begitu kita menengok kiri atau kanan warkop dijubeli pengunjung bukan berarti malas bekerja. Mungkin saja di tempat tersebut terjadi transaksi atau perdebatan alot  yang tidak terselesaikan di kantor dengan ngopi bersama, permasalahan berat tadi cair di warung kopi atau cafe.

Baca juga :   Khawatir Kehabisan Formulir PPDB SD, Orang Tua Rela Antre Sejak Subuh

Selain itu warkop acapkali menjadi lokasi strategis para kuli tinta menyelesaikan liputannya sembari menyeruput secangkir kopi, menyantap gorengan bahkan rokok tak lepas dari tangan.

Ngopi dan komitmen kerja itu tidak dapat terpisahkan, ibarat pinang dibelah kampak, eh….dibelah dua, pasalnya keduanya saling membutuhkan satu sama lainnya.

Jangan sampai kerja menghalangi kenikmatan ngopi. Hal ini senada dengan motto kerja itu aktivitas sementara ngopi itu rutinitas, dan karuan saja buah dari ngopi membangkitkan gairah bekerja, kalau tidak percaya tanya saja para pecinta kopi dan ahli hisap pasti sepakat.

Tidak kalah penting dari ngopi di warkop adalah menjalin talisilaturahmi antar sesama, baik itu rekan sejawat maupun kawan baru di tempat warkop, Jangan sampai kerjaan menghalangi ngopi.

Untuk pimpinan maupun staf kantoran yang uring-uringan, kalau lagi penat dengan aktivitas pekerjaan yang konon katanya menguras tenaga, fikiran hingga emosi, cobalah singgah dulu di warkop terdekat, dijamin begitu mencicipi secangkir kopi otak akan terasa terang benderang, badan juga ringan, otot-otot mengendur tidak kaku, melalui warkop pula segala prahara bisa selesai seketika.

Hidup hanya sekali, selain bekerja gunakan hidup itu untuk ibadah, selanjutnya jangan lupa rileks sejenak ngobrol di warung kopi, sembari menghilangkan penat akibat tekanan hidup yang makin menggerogoti kantong-kantong kehidupan.

Jangan canggung atau malu masuk warkop kerena pangkat dan jabatan. Tanggalkan identitas itu guna meninkmati secangkir kopi plus gorengannya baik itu pisang goreng, ubi goreng, kentang goreng ditambah menu lainnya.

Ada baiknya, tak menceburkan hidup dalam keterpurukan lembar demi lembar pekerjaan. Bahwa betul, pekerjaan tidak dapat ditunda lantaran kejar tayang, jika kita tidak menghibur diri selamanya tidak akan menemukan kebahagiaan meski sebesar buah kopi.

Baca juga :   Pengibaran Bendera Setengah Tiang 7 Hari di Jajaran TNI dan Prosesi Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso

Hidup dijaman pagebluk ini penuh dengan keterbatasan gerak, tanpa secangkir kopi dengan sebatang rokok ditangan, hidup tak ubahnya terkurung dalam sangkar emas. Bergelimang kemewahan aka tetapi batin tersiksa, alangkah nelangsanya manusia seperti ini, pahitnya hidup tak pernah membuatnya manis, berkutat bersama angka dan kata tanpa jeda membuat pahit menambah duka tak bisa lupa. Dendam amarah, kebencian tak ada baiknya sama sekali. Lebih baik melarikan diri ke warung kopi terdekat agar semua sirna.

Ada baiknya merenungi motto, kerja itu aktivitas ngopi itu rutinitas, manfaatkan masa senggangmu sebaik-baiknya dengan menghibur diri, jangan terkekang oleh pekerjaan dimana lambat laun kerjaan tersebut akan membunuhmu.

Tak perlu malu mengakuinya, nongkrong di warung kopi, kita bisa tertawa bersama-sama kolega, mengenang, tersenyum bahkan menangis setelah itu nikmati fasilitas wifi gratisnya. Dirasa cukup habiskan kopinya bersiap membayar apa saja yang sudah dimakan, kemudian melanjutkan perjalanan yang lebih baik dari kemarin.

Disiplin dan rajin bekerja syah-syah saja, itu hak kita sebagai pegawai, namun jangan sampai kerjaan tersebut menghalangi kita untuk ngopi, bahkan menghisap sebatang rokok. Setuju!