Kepala BDLHK Makassar Antusias Sambut Kunker WamenLHK dan Rombongan

Komitmen, Makassar – Kunjungan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong ke Sulawesi Selatan dalam rangka meninjau beberapa program nasional di Sulawesi Selatan yaitu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di lokasi padat karya penanaman mangrove di Desa Merantu, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.

Sebelum beristirahat di Hotel, agenda Wakil Menteri LHK Alue Dohong selanjutnya ke Taman Nasional Bantimurung guna meninjau Reaktivitasi Wisata Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Selasa, (12/10/2020).

Keesokan harinya Wakil Menteri LHK Alue Dohong melakukan ramah tamah dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Selang satu jam kemudian perjalanan dilanjutkan ke Lembaga Konservasi (LK) Gowa Discovery Park di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Wakil Menteri LHK Alue Dohong beserta rombongan tiba di Balai Diklat Lingkugan Hidup dan Kehutanan, langsung menuju Studio E-Learning BDLHK Makassar dan menyapa peserta pelatihan jarak jauh melalui virtual terkait Peningkatan Kapasitas KTH dan Kelompok Perhutanan Sosial Dalam Pengelolaan Usaha Program Padat Karya Food Estate dalam pemulihan Ekonomi Nasional di Kalimantan Tengah.

Pada kesempatan tersebut Kepala BDLHK Makassar Dr. Edi Sulistyo H. Susetyo, S.Hut.,M.Si mengucapkan terima kasih kepada Wamen LHK dan rombongan telah berkenan berkunjung di kantor Balai Diklat LHK Makassar, dalam rangka kunjungan kerja di Propinsi Sulawesi Selatan. “Tentu hal ini membuat seluruh pegawai BDLHK Makassar semakin tambah semangat dalam bekerja, sehingga bisa bekerja lebih produktif lagi,” terang Edi antusias. Kamis (14/10/2020).

Dihadapan Drs. Alue Dohong, MSc., PhD. Wakil Menteri LHK, Edi Sulistyo H. Susetyo mengatakan, Balai Diklat LHK Makassar mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk meningkatkan kapasitas bagi aparatur, non aparatur, dan masyarakat bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Dengan wilayah kerja meliputi 10 Provinsi di Sulawesi, Maluku dan Papua. Dengan pegawai berjumlah 87 orang. Selain itu kami juga mengelola KHDTK Hutan Diklat seluas 602 hektar yang terletak di Kabupaten Pangkep.

Baca juga :   Gojek, YABB & Alfamart: Bagikan Ratusan Ribu Paket Sembako Untuk Dukung Kebutuhan Keluarga Mitra Driver

“Sejak pandemi Covid-19, Balai Diklat LHK Makassar melakukan adaptasi kegiatan pelatihan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan covid-19 dengan melaksanakan pelatihan secara E-learning,” ujar Edi lanjut.

Lebih lanjut dikatakan, capaian kinerja pada tahun 2020 ini melalui sumber dana DIPA BDLHK Makassar telah tercapai yaitu pertama, Pelatihan Aparatur dan Non Aparatur LHK sebanyak 746 orang, dan kedua pelatihan masyarakat bidang lingkungan hidup dan kehutanan sebanyak 150 orang.

“Beberapa diklat telah kami lakukan bekerjasama dengan eselon 1 lainnya seperti dengan Ditjen PSKL, Ditjen PDASHL, Ditjen Gakum, dan Ditjen PPI. Sebagai contoh diklat dalam rangka mendukung program Perhutanan Sosial adalah Pelatihan Pendampingan Perhutanan Sosial pasca ijin.

Berikutnya Edi menjelaskan, pelatihan pengendalian kebakaran hutan dan lahan bagi masyarakat peduli Api (MPA) berkesadaran hukum kerjasama dengan Ditjen PPI.

Serta pelatihan kerjasama dengan Ditjen PSKL dan Ditjen PHPL yang mendukung program Padat Karya Food Estate Berupa Pelatihan Peningkatan Kapasitas KTH dan KUPS Dalam Pengelolaan Usaha sebanyak 4 gelombang. Dalam diklat ini BDLHK Makassar sebagai salah satu penyelenggara melaksanakan sebanyak 10 angkatan dengan Jumlah peserta sebanyak 330 orang dari target nasional sebanyak 2.668 orang.

“Balai Diklat LHK Makassar pada tahun 2020 telah melakukan pengembangan sarana dan kegiatan kediklatan sesuai pengarustamaan gender antara lain dengan perencanaan penganggaran yang memperhatikan arus utama gender, membuat data terpilah, pengembangan ruang laktasi, kamar madi, wc dan tempat parkir dengan memperhatikan gender serta telah disusun kurikulumnya,” Edi menjelaskan.

Edi menambahkan, kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) yang berada Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep dikembangkan dengan konsep “Eco-edu-tourism”. Pengelolaan bekerjasama dengan parapihak, termasuk masyarakat sekitar.

Baca juga :   Ratusan Aktivis Bima Gelar Unjuk rasa, Duduki Kantor Bupati Bima

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pengembangan KHDTK Tabo-Tabo sebagai sarana pembelajaran kediklatan yakni, pemanfaatan sarana rumah produksi gula semut bersama masyarakat, Pemanfaatan HHBK dan tanaman obat oleh masyarakat sekitar, Penangkaran satwa liar kerjasama dengan BBKSDA Sulsel, pengelolaan persemaian kerjasama dengan Alumni SKMA, Sarana produksi jamur tiram bersama masyarakat, pemeliharaan, perlindungan dan pengamanan KHDTK bersama masyarakat sekitar.

Dilanjutkan arahan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Drs. Alue Dohong, MSc., PhD. Sebelum kembali ke Jakarta, penanaman pohon, diskusi dengan jajaran Kepala UPT KLHK Sulawesi Selatan dan penyerahan kenang-kenangan menutup rangkaian kunjungan kerja Wamen LHK di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kunjungan kerja di Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar yang dimulai pukul 10.00 Wita dihadiri, Dr. Agus Justianto, Kepala Badan Litbang dan Inovasi Kementerian LHK. Prof. Dr. Ir. Winarni D Monoarfa MS, Staf Ahli Menteri LHK Bidang Hubungan Lembaga Antar Pusat dan Daerah.

Hadir pula Staf Khusus Menteri Bidang Jaringan LSM dan AMDAL-KLHK, Sekretaris Ditjen KSDAE, Direktur PEPDAS, serta 14 UPT KLHK Lingkup Provinsi Sulawesi Selatan, antara lain P3E Sulawesi dan Maluku, BBKSDA Sulsel, BDLHK Makassar, Balai Gakum LHK Wilayah Sulawesi, BPTH, Balai PSKL, Balai Litbang LHK, Balai TN Babul, TN Bonerate, BPKH, BPDAS HL Jeneberang Saddang, BP2HP, Balai PPI dan Karhutla Wil Sulawesi. Tak ketinggalan, SMK Kehutanan Negeri Makassar.