Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi
FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

Komitmen, Makassar – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi menahan dua orang tersangka kasus kayu Ilegal di Tahti Polda Sulawesi Selatan.

Penyidik Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sulawesi, 7 April 2021. Menetapkan IF (33) dan DG (25) sebagai tersangka kasus kayu ilegal.

Keduanya, yakni IF adalah pemilik kayu ilegal dan pimpinan UD Miftahul Jannah. DG staf UD Miftahul Jannah yang menerbitkan dokumen SKSHH-KO. Kedua tersangka ditahan di Rumah Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Sulsel. Kamis 8 April 2021.

Kedua tersangka akan dikenakan Pasal 88 Ayat 1 Huruf c Jo. Pasal 15 dan/atau Pasal 88 Ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp. 2.5 miliar dan Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

“Kami berharap hukuman maksimal bagi para pelaku kejahatan lingkungan dan kehutanan bisa membuat jera,” kata Dodi Kurniawan, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi. Kamis, 8 April 2021.

Penetapan tersangka berawal dari penahanan truk bermuatan kayu di Jalan Trans Sulawesi di Desa Abbatireng, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, 22 Maret 2021, oleh Tim Operasi Gabungan Pengamanan Kawasan Hutan, Pembalakan Liar dan Peredaran Hasil Hutan serta Satwa Liar.

Tim Gabungan mengamankan barang bukti berupa kayu olahan jenis Kumea sebanyak 314 batang (volume 25,9 meter kubik) yang diangkut truk beroda 10 merek Hino warna hijau itu.

Tim juga menyita SKSHH-KO atau Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu Olahan. Kayu ilegal itu berasal dari Kabupaten Luwu Timur. Hasil pemeriksaan supir truk dan penyelidikan lanjutan membawa ke penangkapan dua tersangka IF dan DG.

Baca juga :   Polrestabes Medan Musnahkan 358 Kilogram Ganja

Berikut isi Pasal 88 ayat 1 Huruf c Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan

1. Orang perseorangan yang dengan sengaja:

C. melakukan penyalahgunaan dokumen angkutan hasil hutan kayu yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15.

Pasal 15
Setiap orang dilarang melakukan penyalahgunaan dokumen angkutan hasil hutan kayu yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang.


Pasal 16
Setiap orang yang melakukan pengangkutan kayu hasil hutan wajib memiliki dokumen yang merupakan surat keterangan sahnya hasil hutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.