Asiyah (pixabay)

Komitmen – Keberanian Asyiah istri Firaun menentang kedzaliman seorang “Raja” tega, keji angkara murka, bentuk perlawanan terhadap kedzaliman dari penguasa, meski pelakunya adalah suaminya sendiri.

Keberanian Asyiah, melanjutkan perlawanan perempuan Siti Masyitah teradap kekejaman pemimpinnya patutlah mendapatkan apresiasi dari kaum perempuan masa kini.

Sebelumnya istri Firaun ini juga berjasa membela Nabi Musa dari ancaman suaminya yang kejam itu.

Kegelisahan Asiya berlatarbelakang dari kesaksiannya melihat kekejaman Raja Firaun, termasuk pembantaian Siti Masyitah dan keluarganya.

Melihat kekejaman suaminya, Asia berdoa, sebagaimana tertulis dalam At Tahrim 11, Asia bermunajat, “ya Tuhanku, buatkanlah untukku sebuah rumah di sisi-MU dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya.”

Begitu berani, perempuan yang tak lain istri dari Firaun ini berkata, Wahai orang yang terkutuk sudah beberapa kali aku bersabar dan sudah berapa kali engkau membunuh para kekasih-kekasih Allah sehingga sampai Masyitah tidak kau penuhi haknya.

Hai orang-orang yang terkutuk, tidakkah sudah berkali-kali engkau makan rejeki dari Allah SWT dan engkau mengingkari, tidak mensyukuri, bahkan engkau mengingkari ayat-ayat Allah SWT.

Baca juga :   Masyarakat dan Babinsa Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Entah manusia seperti apa Raja Firaun ini, tat kala mengetahui Asia beriman kepada Allah SWT, bukannya bersyukur Firaun malah naik pitam. Dia memerintahkan personilnya untuk membuat semacam patok yang ditancapkan ke bumi, kemudian setiap tangan dan kaki istrinya diikat pada tiang-tiang tersebut dibawah terik sinar matahari.

Kemuadian Firaun meninggalkan istrinya begitu saja agar terbakar disengatan matahari, tetapi Allah SWT mengutus para malaikat untuk menaungi Asia dari paas matahari, sehingga menyerupai mendung, Asia pun terhindar dari teriknya matahari.

Melihat kondisi istrinya yang mendapatkan perlindungan dari Allah SWT bukannya bertaubat, Firaun marah semarah-marahnya, kesetanan seraya memerintahkan algojonya membunuh Asia dengan cara sadis. Algojo itu membawa batu ukuran besar yang hendak dihantamkan ke tubuh Asia.

Melihat siksaan itu Asia hanya pasrah lalu bertawakal kepada Allah SWT dengan penuh keiklasan sambil mengucapkan, “ya Tuhanku, buatkanlah untukku sebuah rumah di sisi-MU dalam Surga.

Baca juga :   Upacara Wisuda Lulusan, Politani Pangkep Tandatangani MoU dengan SMKN di Sulsel

Doa Asia langsung dikabulkan Allah SWT seketika itu juga melihat sebuah gedung yang begitu indah terbuat dari batu pualam putih. Asia pun memandang dengan penuh suka cita bahagia dan penuh rasa nikmat tiada tara.

Bersamaan dengan itu, keluarlah ruh dari tubuhnya, Asiya tidak merasakan sakit sedikitpun meskipun batu besar menghantam tubuhnya yang rapuh itu, bahkan ketenangan yang ia rasakan karena berpulang ke alam akhirat yang penuh kebahagiaan.

Perempuan pendamping Raja Firaun ini mati dalam khusnul khatimah atau kebaikan abadi, sebagaimana yang dikaruniakan Allah SWT terhadap para kekasihnya.

Asia merupakan istri solehah bagi suaminya yang kejam yang tercatat sejarah sebagai Raja tega ini sesungguhnya di dalam surga menjadi istri dari baginda Rasulullah SAW.