Kabar Duka Hampiri KLHK

Komitmen.id, MakassarKabar duka kembali menghampiri keluarga besar KLHK. Sebelumnya telah berpulang mendahului kita semua Andi Darmayanti Fachruddin Binti Haji Fachruddin A. Tambasa yang tercatat sebagai ASN pada Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Wafat pada Rabu, 30 Desember 2020 lalu.

Sebelum wafat almarhumah lebih satu tahun sakit dan dirawat di rumahnya. Almarhumah Andi Darmayanti meninggalkan satu orang suami dan dua orang anak. Suami dari almarhumah merupakan Aparatur Sipil Negara pada Balai Pengendalian Perubahan Iklim  dan  dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Kini, kembali KLHK menerima kabar duka datangnya dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tentu kabar ini membuat Pusdiklat Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kehilangan seorang widyaiswara terbaik Dr Meuthia Alvernia binti Mochtar bin Naim.

Melansir kompasiana yang ditulis oleh Gamin Gessa, Dr. Meuthia Naim wafat pada pukul 15.30 WIB di rumah sakit Premier Bintaro setelah sebelumnya menderita sakit. Jenazah Dr Meuthia akan dimakamkan pada Rabu 10 Februari 2021 di pemakaman Cimanggis-Ciputat-Tangerang Selatan.

Bu Thia demikian panggilan akrabnya meninggalkan seorang suami dan seorang putra pada Selasa 9 Februari 2021,

Baca juga :   Resmi Serah Terima Mandat Garda Nusantara Preneur Kota Makassar, Ketua Muh Paisul Bandu : Siap Membesarkan

Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan khususnya, Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) dimana Dr Meuthia tergabung dalam organisasi profesi, dan Kementerian LHK pada umumnya, tentu sangat kehilangan.

Dr Meuthia dikenal sebagai seorang widyaiswara yang sangat bersemangat dan peduli kepada lingkungan hidup dan kehutanan. Keceriaannya dalam berinteraksi dengan kolega dan peserta pelatihan adalah suatu hal yang akan selalu dikenang.

Pusdiklat Sumber Daya Manusia Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan do’a tahlil secara virtual pada Selasa (9/2/2021) malam pukul 19.50 sampai 20.50 WIB.

Acara ini dihadiri oleh Plh Kepala Pusdiklat SDM LHK-Puji Iswari, S.Hut, M.Si; dipandu oleh Dr. Amir Wardhana, dan dipimpin oleh Ustad Andi.

Setiap yang bernyawa itu akan merasakan kematian, meskipun sekuat tenaga menghindari kematian. Ribuan dokter, trilunan uang hasil bisnis habis untuk memperlambat kematian tidak akan pernah mampu menolak kehadirannya.

Karena, kematian itu adalah sebuah ketetapan yang sudah digariskan oleh Allah azza wa jalla kepada siapapun mahluk yang berjiwa. Hal ini sesuai dengan apa yang tertulis dalam Al-Qur’an. Berikut beberapa cuplikan dari terjemahan Al Qur’an yang mengingatkan hamba-Nya tentang kematian.

Baca juga :   Vicon dengan Wagub, Bupati Enrekang Sampaikan Progres Penanganan Covid-19

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya’: 34).

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).Lalu …Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).