FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

Koid, Makassar-Mantan sopir angkutan umum atau pete-pete yang akrab disapa Jufri ini, dahulu begitu setia menyetir pete-pete sebelum tergiur alih profesi sebagai penjual batu akik.

Jufri berjualan batu akik di emperan trotoar, Jl. P. Kemerdekaan Km. 17 Sudiang Makassar, persisnya depan Citra Mart, dimana lokasi ini tidak lekang oleh waktu.

Kesetiaan dan kesabaran Jufri pria asal Jeneponto yang merantau ke Makassar ini berkecimpung menjaga kilauan dan kecantikan berbagai jenis batu akik sejak batu-batu ini booming pada 2014 sampai tahun 2020 ini.

“Dari awal tahum 2014 saya berjualan batu akik, sebelum alih profesi jualan batu akik yang terkenal tahun 2014, dari sopir pete-pete (angkutan umum) yang sudah 7 tahun saya jalani,” kata Jufri, sambil menunggu pembeli yang datang. Kamis 16 April 2020.


Selanjutnya, Jufri menjelaskan sejak booming batu akik, penghasilan lumayan lebih baik dari watu masih bawa pete-pete, sejak adanya wabah corona ini penghasilannya sama saja bahkan sepi pembeli.

Memang antara tahun 2014-2016 di Makassar dan beberapa kota di Indonesia, batu akik begitu terkenal dan viral bahkan disepanjang kota Makassar beritanya akik semua, mirip musim corona ini.

Waktu itu, Jufri mengaku penggemar batu akik mulai dari anak setingkat SMP sampai orang tua. Tapi seiring berjalannya waktu, penggemar itu menyisahkan beberapa.

“Ya kalau dilihat yang biasa datang tanya batu dalam belakangan ini palingan orang-orang penggemar batu akik saja, intinya jualan batu sekarang untung-untungan,” ujar Jufri.

Dulu kata Jufri pada tahun-tahun batu akik ramai dibahas berbagai kalangan, berjualan di sekitaran pasar Mandai. Karena bikin macet lapaknya digusur hingga depan kantor Kehutanan samping Citra.

Baca juga :   Prajurit TNI Gugur Tertembak Saat Jalankan Tugas di Kongo


Lapak jualan batu akik Jufri di depan kantor Kehutanan sempat ramai pembeli. “Belakangan kami kena teguran, akhirnya kami bergeser di depan Minimarket Citra, nanti dilihat jika kondisinya masih begini terus besar kemungkinan cari penghidupan lain,” jelasnya.

Jufri bersama penjual burung di trotoar itu, membuka lapaknya, sekitar pukul 09.00 atau 14.00 Wita, sampai 17.30 Wita.

Dulu Jufri kontrak rumah di Perumahan Pondok Asri III, namun sekarang pindah di dekat Pasar Batangase Perumahan Tamarampu. Menurut pengakuan Jufri, baru 6 bulan tinggal di lokasi yang disebutkannya tadi.

Untuk batu-batu yang dijual Jufri seperti batu akik sojol, Kecubung Rawa Bening, batu bako, Ruby, Pyrus, Bacan dari Ternate Palamea dan Dokko, dan beberapa batu akik dan pengikatnya.

“Yang berminat datang saja ke lapak saya di depan Citra Sudiang,” tutup Jufri.

Baca juga :   Kurang Darah Dalam Persalinan, Novi Pande Dibantu Satgas Yonif 132