komitmen.id

Jika Allah Menghendaki Kebaikan Bagi Hambanya

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

Ketika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Dia akan membuka untuknya pintu-pintu taubat, penyesalan, penyerahan diri, kerendahan, sikap butuh, sikap memohon dilepaskan dari kesulitan kepada-Nya, sikap jujur di dalam berlindung kepada-Nya, selalu memohon sepenuh hati, berdoa, dan berusaha mendekatkan diri kepada-Nya dengan perbuatan yang ia mampu berupa berbagai kebaikan yang ada.

Sehingga kejelekan yang dia kerjakan sebelum taubatnya ini malah menjadi sebab datangnya rahmat Allah, hingga si musuh Allah pun berkata, “Duhai kiranya aku membiarkannya dan tidak menjerumuskannya (ke dalam dosa,).”

Al-Wabilush Shayyib (9)

قال ابن القيم رحمه الله :
فإذا أراد الله بعبده خيرا فتح له من أبواب التوبة والندم والانكسار والذل والافتقار والاستغاثة به وصدق اللجأ إليه ودوام التضرع والدعاء والتقرب إليه بما أمكن من الحسنات ما تكون تلك السيئة به سبب رحمته، حتى يقول عدو الله: يا ليتني تركته ولم أوقعه.
الوابل الصيب (٩). (@kukunsasmito)


Memulai dengan kebaikan, menjalani kebaikan dan mengakhirinya dengan kebaikan menjadi cita-cita semua hambaNya sehingga kita akan dikenang oleh sesama dan insyaAllah mulia di hadapanNya. Kalau pun tidak demikian, menjalani kehidupan dengan kebaikan sehingga berguna bagi sesama setidaknya, dan akhir kehidupan yang baik yang juga akan senantiasa dikenang bagi sesama dan baik di hadapan Allah SWT senantiasa kita usahakan.

Tidak semua mahluk ciptaan Allah SWT terlahir dalam kondisi yang sama, tidak semua manusia selalu memulai kehidupannya dengan kebaikan, lalai, lupa, dosa dan maksiat tidak jarang sering kita lakukan, namun rahmat dan kasih saya Allah SWT jauh lebih besar bagi hambaNya. Diberikan kita kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

Dosa seorang hamba kepada sesama hamba lainnya bisa ditebus dengan meminta maaf dan mengembalikan hak yang diambil dari nya jika ada, sedangkan dosa seorang hamba kepada Tuhannya bisa dihapuskan hanya dengan bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Memperbaiki diri dengan menginggalkan apa yang dilarang dan menjalankan apa yang diperintahkan, serta berjanji untuk tidak mengulangi dosa dan kemaksiatan dengan bersungguh-sungguh dapat dilakukan seorang hamba untuk mendapatkan ridha dari Tuhan.

Exit mobile version