Gelar Konferensi Cabang, Forum OSIS Sulsel: Generasi Muda Harus Dibimbing ke Hal Positif

Komitmen, Makassar – Dalam rangka meningkatkan mutu serta kompetensi guru dan pembina OSIS, Forum OSIS Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerjasama dengan Pengurus Cabang PGRI Kota Makassar melaksanakan kegiatan Konferensi Cabang Forum OSIS se-Sulsel.

Forum OSIS Sulsel menilai peran guru sangat diperlukan sebagai tolak ukur kemajuan pembinaan kesiswaan di sekolah.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar di Aula Gedung Universitas Negeri Makassar (UNM) lantai 3, Ruang Teater, Kamis, 15 Oktober 2020.

Ketua Dewan Pembina Forum OSIS Sulsel, Ahmad Wahyu menyampaikan, OSIS adalah satu-satunya lembaga sekolah yang diakui secara resmi oleh Kemendikbud.

Oleh sebab itu, kata Wahyu, OSIS harus sejalan dengan Buku Panduan OSIS yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

Baca juga :   Seluruh Kepala Desa Se-Kabupaten Maros Melakukan Pertemuan Untuk Membahas Dibekukannya Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (ABDESI)

“Regenerasi muda saat ini terutama yang tergabung di kepengurusan OSIS harus dibimbing, dibina, serta diarahkan kepada hal-hal yang positif. Supaya kelak menjadi regenerasi estafet kepemimpinan Sulawesi Selatan yang terbaik,” ujar Ahmad Wahyu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PGRI Kota Makassar, Ketua PGRI Provinsi Sulsel, KABID Pendidikan DPD KNPI Sulsel, Ketua BEM Kampus UIN Alauddin Makassar, Ketua BEM Kampus UNM, Wakil Ketua BEM Kampus UNHAS, Ketua KAMMI Sulsel, serta Kepala Sekolah, Wakasek Kesiswaan dan pengurus OSIS se-Sulawesi Selatan.

Dalam kegiatan ini, pihak panitia tetap mewajibkan seluruh peserta yang hadir untuk menjalankan Protokol Kesehatan seperti memakai masker, membawa hand sanitizer, dan menjaga jarak.

Baca juga :   Kodam XII/Tpr dan Dinkes Kalbar Kembali Gelar Razia Masker

Menurut Ketua KAMMI Sulsel Ahmad Akbar, kegiatan ini sangat edukatif dan aplikatif karena selain sosialisasi panitia juga memberikan pendampingan serta praktik kepada peserta yang merupakan guru dan siswa.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa diinisiasi di setiap sekolah yang ada di 24 kabupaten/kota di Sulsel,” ujar Ahmad Akbar.

“Sehingga semua mampu memahami dan mengaplikasikan Aplikasi Baruga Sikola yang merupakan inovasi di Era Revolusi industri 4.0,” pungkasnya.