FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

KomitmenDongeng timnas Indonesia dengan logo Garuda di dadaku begitu merindukan mahkota juara. Pengen juga merasakan hingar bingarnya piala dunia nantinya.

Motivasi serta gegap gempita, suara penonton dari balik layar kaca mulai dari sabang hingga terbawa angin sampai ke merauke di ujung timur papua, mendoakan Timnas berlaga.

Riuh masa bercerita sepakbola, menunggu juru pengadil meniup peluit pertanda di mulainya pertandingan sang garuda.

Kemenangan sebuah harga mati, rupanya kata-kata itu hanya mimpi, terucap dari kalangan muda, dewasa, hingga tua,mengalir dari setiap ragam suku dan bahasa, berharap sang saka pulang dengan senyuman merona, berbalas nelangsa di masa duka.

Tapi apalah daya, sayap yang begitu gagah dipandang mata belum bisa terbang melewati angkasa.

Setiap hari, setiap bulan, dan setiap tahun selalu pergi dengan canda lalu pulang meneteskan air mata kecewa…
“Indonesia bisa, indonesia bisa” indonesia bisa” teriak masyrakat nusantara yang menyaksikan kalah, berdoa menang di waktu selanjutnya.

Asa pendukung Indonesia tetap setia, meski Timnas Indonesia baru saja dihajar empat gol tanpa balas 0-4 dari Vietnam pada pertandingan lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Dubai, Selasa,(8/6/2021) dini hari.

Derita Indonesia hadir pada menit ke-51 yang dicetak oleh Nguyen Tien Linh. Skor 0-1.

Belum puas menoreh luka, Vietnam kemudian, menambah gol kedua yang dibukukan Nguyen Quang Hai pada menit ke-62. Skor 0-2 yang menambah basah luka yang belum mengering.

Teganya tim yang berjuluk tentara perang oleh Nguyen Cong Phuong mencetak gol ketiga lima menit berikutnya tepatnya menit 67. Skorpun beranjak naik menjadi 0-3.

Pasukan Shin Tae-yong pun tersungkur pada menit ke-74 yang dijebol oleh Vu Van Thanh sekaligus memperbesar keunggulan menjadi 4-0.

Meskipun sempoyongan, anak asuh Shin Tae-yong mencoba memberi perlawanan mati-matian hingga titik darah penghabisan. Semangat juang, begitu gigih pantang pulang sebelum wasit meniup peluit panjang usai.

Kerap kali usaha timnas Garuda Muda membahayakan gawang lawan. Satu peluang terbaik nyaris dicetak oleh Eggy Maulana Vikri pada menit ke-70. Namun, sayangnya tendangan kerasnya hanya membentur tiang gawang. Pemain lainnya pun mencoba peruntungannya, adalah Saddam Gaffar nyaris mencetak peluang emas pada menit-menit terakhir.

Sayangnya, tendangannya melambung di atas mistar dan akhirnya semua sirna dari harapan. Vietnam puas, Indonesiapun lemas, toh demikian tanpa harus dipaksa melakukan tawar menawar lagi, NKRI harga mati bro!.

Baca juga :   Ketum PSSI Lepas Timnas U-19 Menuju Kroasia

Terimakasih sudah menyuguhkan permainan terbaikmu kepada rakyat indonesia yang merindukan juara.