Doa ketika dapat pujian (pixabay)
FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

KomitmenDoa yang dianjurkan untuk dibaca ketika mendapat pujian dari orang lain: “Ya Allah, semoga Engkau tidak menghukumku karena apa yang mereka katakan. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui. Dan jadikanlah aku lebih baik daripada yang mereka perkirakan.” [HR. Bukhari]

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan” (QS. Al-Anbiya’: 35).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat tentang kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis“. Anas bin Mâlik (perawi hadits ini) mengatakan, ‘Tidaklah ada satu hari pun yang lebih berat bagi para Sahabat selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil menangis sesenggukan’. [HR. Muslim]

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS. Al-Imran: 175). “Orang yang takut pada Allah akan mendapatkan dua surga”. (QS. Ar-Rahman: 46)

Hadits: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, “Siapakah orang yang paling utama?” Beliau menjawab, “Setiap orang yang bersih hatinya dan benar ucapannya.” Para sahabat berkata, “Orang yang benar ucapannya telah kami pahami maksudnya.

Lantas apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?” Rasulullah menjawab, “Dia adalah orang yang bertakwa (takut) kepada Allah, yang suci hatinya, tidak ada dosa dan kedurhakaan di dalamnya serta tidak ada pula dendam dan hasad.” (HR. Ibnu Majah dan Thabarani)

“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hasyr: 10). “(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. asy-Syu’ara: 88-89)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Kaum Mu’minin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Tirmidzi). “Sesungguhnya perkara yang lebih berat di timbangan amal bagi seorang Mu’min adalah akhlak yang baik. Dan Allah tidak menyukai orang yang berbicara keji dan kotor” (HR. At Tirmidzi).

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.(QS. Al Ahzab: 21).

Baca juga :   Buang Cemburu dan Berhenti Iri Hati