Oleh: Mansyur Gani

Adanya wabah corona, masyarakat sekarang ini diharapkan taat dan bisa melakukan social distancing, seperti jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan di rumah saja. Hal itu untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, tak terkecuali bagi pasangan pengantin baru.

Gara-gara adanya Virus Corona, Pemerintah menghimbau untuk tetap tinggal di rumah, kerja, belajar, ibadah semua dari rumah.

Himbauan ini tentu saja mengundang pro dan kontra. Tidak perlu dijelaskan panjang lebar yang jelas intensitas keluarga untuk bertemu di rumah semakin sering.

Selain itu Corona ini membawa dampak positif dibalik musibah, wajarlah itu selama bapak-bapaknya berdiam diri di rumah secara tidak langsung hubungan intim suami istri sedikit terganggu.

Namanya juga kebutuhan biologis hubungan suami istri tidak bisa terbentung lagi, dari pada bapak-bapaknya “belanja” diluar, pilih mana hayo, jangan heran kalau terlihat tak sedikit ibu-ibu muda memilih melayani bilogis suaminya, meski bunting sekalipun. Ini sebuah dinamika cinta rumah tangga di tengah pandemi Corona, diakibatkan bapak-bapaknya atau suaminya berdiam diri di rumah.

Tadi pagi ada ibu-ibu melapor dan menjumpai saya secara serius untuk melakukan jaga jarak. Ini diakibatkan pandemi wabah corona. Katakanlah namanya Basse. Saya balik bertanya, ini Basse kenapa mau jaga jarak terus alias menceraikan Bapak . Padahal suami ibu Basse kerja. “Iya betul pak Wartawan,” kata Basse.

Saya jelaskan ki. Terlambat gajian saja saya kena coro-coroan (marah-marah). Dan saya tidak melaksanakan tugasku seratus persen. Sekarang adanya virus corona tugas saya sebagai pendamping istri dan jabatan saya ketua Darma saya melaksanakan tugasku seribu persen lihatmi sekarang.

Tapi kesemuanya itu saya terima dengan iklas .biarmi akibat corona jaga jarak terus. Buah ini semuanya ini karena virus corona Tapi gajinya suamiku tidak di bayarpi sampai sekarang.

Dengan sedih rasanya kenikmatan jadi sirna. Tabe harapan saya sebagai isteri, mampu mengendalikan emosi sayangnya penyesalan datangnya bukan dari muka. Tapi penyesalan dari belakang. Semoga semua selesai dengan baik.

Jangan sepetti saya tutur ibu Besse, harapan kedua. Kalau gaji Suami di bayarkan oleh negara pastimi kembalikan sama suami, untuk rukun sampai liang kubur yang memisahkan.

Baca juga :   Putri Malu, Tumbuhan Liar Banyak Manfaat