Proyek Pengadaan Kapal
FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

Komitmen, Bima – Diduga kuat proyek pengadaan kapal 4,2 Milyar ini mengundang kejanggalan, pasalnya tanpa didukung tenaga ahli dan teknis.

Proyek pengadaan 4 unit Kapal Sarana Transportasi Perairan yang menelan anggaran sebesar Rp. 4,2 Milyar dinilai tanpa didukung tenaga Ahli dan tenaga teknis yang memadai dalam bidang perkapalan di Desa Sangiang Kec. Werra Kab. Bima. Sabtu, 11 September 2021.

Paket pekerjaan 4 unit kapal yang dimenangkan oleh CV. Sarana Fiberindo Mandiri (SFM) dengan Nomor Kontrak 990.550/100/DISHUB/VIII/2021 senilai kontrak Rp. 3.988.285.538, rupanya tidak dikerjakan sepenuhnya oleh CV. SFM.

Pasalanya pekerjaan 4 unit kapal ini dibagi–bagi dengan pelaku usaha lokal yang dinilai tidak memiliki kopetensi dan kemampuan secara teknis memproduksi kapal. 

Menurut teknisi kapal inisial HB  menilai pekerjaan 4 unit kapal ini seperti membagi kue bolu, padahal pekerjaan membuat kapal itu tidak sama seperti membuat kue bolu apalagi seperti membuat kue lapis.
“ Iya lah, inikan pekerjaan menggunakan uang Negara yang tidak sedikit lho. Rp. 4,2 milyar,” ujarnya lanjut.

Baca juga :   Pangdam Hasanuddin Membangkitkan Ekonomi Rakyat di Masa Pandemi

Ia mengatakan, tidak ada tenaga ahli, tidak ada tenaga teknis apalagi sarjana perkapalan yang memang harus mengawasi pekerjaan pembuatan kapal ini.

“Coba lihat di struktur Organisasinya tidak ada satupun tenaga ahli dan teknis yang terlibat, ini pekerjaan kapal lho, bukan seperti bikin kue bolu yang kalau gagal dibuat bisa dibuat ulang, “ jelasnya .

Menurut ahli Pekerjaan membuat kapal ini pekerjaan kompleks, memiliki resiko tinggi, membutuhkan pendampingan tenaga ahli dan tenaga teknis yang mendampingi. 

Lanjut dia, apa yang terjadi saat ini sudah sangat jelas kondisi ini tidak sesuai dengan keinginan Perpres 16/2018, pasal 44 ayat 10, bagaimana mewujudkan tujuan dan kebutuhan pengadaan yang  baik

“Inikan hanya mengandalkan insting dan pengalaman, tetapi tidak diawasi dengan tenaga professional dan tenaga teknis yang ahli,” ujarnya.

Baca juga :   Tanpa Sebab, Pemuda Manggarai Tewas Dikeroyok Sekelompok Orang Tak Dikenal di Makassar

PPK paket pekerjaan 4 unit kapal tidak berhasil dihubungi oleh awak media karena telah di Non-Job kan sebagai Kepala Bidang Perhubungan Laut yang membidangi paket pekerjaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2021 yang bersumber dari Bidang Transportasi Perdesaan (TranDes).

Alih – alih ingin mendapatkan hasil yang baik, belum sudah terkuak dipermukaan bahwa Pekerjaan 4 unit Kapal di Dinas Perhubungan tidak dimanajemen, dikerjakan dan didampingi tenaga ahli dan teknisi yang professional. (Fhy).