FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

Komitmen, Makassar – Dharma Wanita Persatuan Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi melaksanakan Webinar sosialisasi perawatan organ reproduksi wanita secara alami agar aman dan terhindar dari Kanker Serviks di Aula Balai Gakkum Sulawesi Lantai 4 Gedung Rachmad Witoelar kantor P3E Suma, Jalan P. Kemerdekaan km. 17 Makassar. Jumat, 18 Juni 2021.

Acara yang dimulai pukul 11.05 Wita siang, dihadiri seluruh aggota DWP Balai Gakkum se Indonesia, baik online maupun tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Pada kesempatan tersebut Ketua DWP Ditjen Gakkum Pusat ibu Jeni M. Rasio berkenan memberikan arahan sekaligus sambutan melalui virtual.

Sambutan Ketua DWP Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, Sherly Kurniawan. Ibu Sherly Kurniawan meyampaikan terimakasih kepada Yayasan Penyelamat Perempuan yang hadir sebagai narasumber.

“Tujuan kegitan ini untuk mempererat talisilaturahmi dan menambah ilmu pengetahuan tentang kanker serviks,” kata Sherly Kurniawan, Ketua DWP Balai Gakkum KLHK Sulawesi.

Selanjutnya Ketua DWP Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi menjelaskan bahwa webinar ini membahas metode perawatan organ intim wanita secara alami dan aman agar terhindar dari kanker serviks.

Narasumber Sosialisasi disampaikan oleh salah satu peyuluh yang mengabdikan di Yayasan Penyelamat Perempuan dari Kanker Serviks cabang Makassar, Hj. Nurjanah, A.Md yang kerap disapa Nanna ini.

Ketika dikonfirmasi melalui saluran whatsApp, Hj. Nanna menjelaskan kenapa kanker serviks ini hanya menyerang mayoritas perempuan. Kanker serviks, kata Nanna, serviks hanya menyerang kaum perempuan karena hanya perempuan yang mempunyai serviks (mulut rahim) sedangkan laki-laki tidak mempunyai mulut rahim.

“Kiat-kiat untuk mencegah kanker serviks yang menyerang organ intim kewanitaan ini bisa dilakukan sejak dini dengan cara menjaga kebersihan ekosistem kewanitaan agar selalu dalam kondisi asam (pH 3,5 sampai 4,5),” beber Nanna lanjut.

Selanjutnya penyuluh dari Yayasan Penyelamat Perempuan menyampaikan perempuan yang kena kanker serviks masih bisa hamil sebagaimana perempuan normal lainnya, hal ini lantaran hanya menyerang mulut rahim dengan catatan virusnya tidak menyebar ke dalam rahim.

Ketika disinggung prosentase tingkat hidup perempuan yang terkena kanker servik, melalui saluran media sosial WhatsApp, ia menjelaskan bahwa persentasi hidupnya wanita yang terkena kanker serviks sangat kecil jika tidak di deteksi sejak dini. Apalagi jika sudah menyerang sampai stadium tinggi (stadium 3 atau stadium 4).

“Tetapi jika terdeteksi sejak dini (masih stadium awal) Insha Allah bisa disembuhkan asalkan melakukan pengobatan secara medis misalnya melakukan kemoterapi,” sebutnya dihadapan peserta webinar DWP Balai Gakkum se-indonesia.

Cara mendeteksi gejala kanker servik dan mencegahnya secara alami agar tidak membahayakan nyawa perempuan. Menurutnya, cara
mendeteksinya melalui pola hidup sehat setiap hari dengan mengenali ciri-cirinya terlebih dahulu seperti yang saya jelaskan pada materi tadi.

Yayasan Penyelamat Perempuan dari Kanker Servik ini menjadi motivasi untuk membantu seluruh wanita di Indonesia khususnya kanker serviks.

“Lebih dari itu melalui webinar ini agar peserta mempunyai pengetahuan tentang kanker serviks dan bisa mengenali gejala awalnya agar dapat melakukan deteksi sejak dini dengan melakukan vaksin HPV atau rajin melakukan pap smear,” ujar Hj. Nanna berharap.

Terselenggaranya webinar sosialisasi ini agar perempuan bisa terhindar dari penyakit yang menjadi pembunuh wanita nomor satu dunia dan nomor satu di indonesia.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Dharma Wanita Persatuan Pusat, Dharma Wanita Persatuan Balai Gakkum Wilayah Sulawesi dan Yayasan Penyelamat Perempuan dari Kanker Serviks.



Baca juga :   Komite Pedagang Pasar Bagikan Ribuan Masker Ke Pedagang Dan Pembeli Di Pasar Tradisional