Pancasila

Komitmen-Masih ingat dengan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), yang berganti sampul Pendidikan Kewarganegaraan bagi pelajar Sekolah Tingkat Dasar hingga Atas.

Nah, untuk mengingat kembali sejarah perumusan pancasila, berikut sekilas perjalanan panjang perumusan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mengulas mata pelajarah Pendidikan Moral Pancasila, penulis mencoba mengulik sejarah perumusan Pancasila, apabila ada kalimat yang kurang pas harap maklum, tentu perbaikan dari pembaca, khususnya dari kaum millenial.

Perumusan pancasila diawali dari Pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia menjelang tahun 1945, Jepang benar-benar tidak berdaya dalam menghadapi Perang Asia Timur Raya. Dalam berbagai pertempuran melawan Sekutu, Jepang selalu kalah.

Pada tanggal 7 September 1944,

Perdana Menteri Kunaiki Koiso menyatakan bahwa daerah Indonesia (To Indo) diberi kemerdekaan oleh Jepang. Keputusan tersebut dikenal dengan sebutan Janji Koiso.

Pada tanggal 1 Maret 1945 Pemerintah Jepang melalui Letnan Jenderal Kumakichi Harada (Panglima Tentara Jepang di Jawa) mengumumkan pembentukan Dokuritsu Zyunbi Coosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI).

Badan ini mempunyai tugas mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek politik, ekonomi, tata pemerintahan, dan hal-hal yang diperlukan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka, BPUPKI yang diketuai oleh dr. Rajiman Wedyodiningrat.

Di samping itu, terdapat pula tujuh orang anggota istimewa dari kalangan Jepang
yang meskipun menghadiri setiap sidang, namun tidak memiliki hak suara.

Pada tanggal 1 April 1945 diumumkan pengangkatan anggota BPUPKI dan upacara peresmiannya dilakukan tanggal 28 Mei 1945 yang dihadiri oleh sejumlah perwira tinggi Jepang.

Baca juga :   Kegiatan Observasi Lapangan Serta Tanyajawab

Masa Persidangan Pertama (29 Mei-1 Juni 1945).


Pada tanggal 29 Mei 1945 hingga 1 Juni 1945, BPUPKI melakukan sidang pertamanya. Sidang pertama ini membahas masalah pokok tentang dasar negara Indonesia yang kemudian dikenal dengan nama Pancasila. Dr Rajiman Wedyodiningrat memberi sambutan pada pembukaan sidang.

Di dalam pidatonya dr. Rajiman Wedyodiningrat meminta para anggota memberi saran tentang pembentukan dasar Negara bagi Indonesia merdeka. Adapun tokoh-tokoh akan mengajukan pandangannya tentang dasar negara Indonesia adalah Mr. Muh. Yamin,Prof Dr. Mr. Supomo dan Ir. Soekarno

Pada tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin menyampaikan pidatonya di depan anggota BPUPKI tentang dasar negara Indonesia merdeka itu. Muhammad Yamin dalam pidatonya menyampaikan lima asas dasar negara Indonesia. Inti pernyataan tentang dasar negara itu sebagai berikut.
1) Peri Kebangsaan
2) Peri Kemanusiaan
3) Peri Ketuhanan
4) Peri Kerakyatan
5) Kesejahteraan Rakyat

Prof. Dr. Supomo mendapat giliran menyampaikan usulannya tentang dasar negara bagi Indonesia merdeka.

Pada tanggal 31 Mei 1945. Prof. Dr. Supomo menyampaikan gagasannya, yakni:
1) Persatuan
2)Kekeluargaan
3) Keseimbangan lahir dan batin
4) Musyawarah
5) Keadilan Rakyat

Pada sidang pertama BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 Ir. Sukarno menyampaikan gagasan tentang dasar negara Indonesia merdeka.

Pidato Ir. Sukarno tentang dasar negara Indonesia dikenal dengan nama Lahirnya Pancasila.

Pidato Ir. Sukarno memang istimewa karena pertama, memuat tentang dasar negara Indonesia merdeka. Kedua usulan nama bagi dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila, Trisila, dan Ekasila

Namun, berdasarkan saran dari ahli bahasa. Ir. Sukarno menamakan dasar negara hasil gagasannya, dengan sebutan Pancasila. Ir. Sukarno mengemukakan perumusan dasar negara Indonesia merdeka dengan usulan nama Pancasila dengan susunan sebagai berikut:
1) Kebangsaan Indonesia
2) Internasionalisme dan perikemanusiaan
3) Mufakat atau demokrasi
4) Kesejahteraam sosial
5) Ketuhanan yang berkebudayaan.

Mohon bersabar menanti ulasan selanjutnya.

Baca juga :   UNINDRA PGRI Gelar Pembekalan dan Motivasi Kepada 90 Dosen Penerima Beasiswa S3