Begini Perjalanan Hidup Pengidola Pramoedya Ananta Toer

Komitmen, Makassar – Akbar. G adalah nama asli dari Emil. Pemuda Tabbinjai Gowa ini dilahirkan di Sinjai, 20 Oktober 1994. Ia mulai aktif di dunia tulis-menulis semenjak SMA.

Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Sinjai jurusan Ilmu Pemerintahan angkatan tahun 2014.

Semenjak kuliah, ia sering mengirimkan tulisan-tulisannya ke berbagai media berita online yang ada di Sulawesi Selatan.

Selain itu, dia juga rajin turun kejalan menyuarakan hak masyarakat kecil dan menyingsingkan lengan baju untuk kepentingan orang banyak.

Anak bungsu dari pasangan keluarga petani sederhana P. Gassing dan P. Jinne ini adalah anak yang tidak malu untuk mengerjakan berbagai macam pekerjaan yang penting halal.

Baca juga :   TBM Lentera Pustaka Ajarkan Anak-Anak Cara Tangani PPPK

Dia sosok yang memegang teguh prinsip”bekerja bukan sekedar retorika belaka” pernah sebagai kuli bangunan, kuli panggul barang di pasar, tukang ojek, jualan produk herbal online, jualan donat dan beternak.

Namun itu semua tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap menulis dan bekerja keras. Bahkan di buku yang terbit dengan judul “Sajak-Sajak Rindu Tanpa Bait Terakhir” adalah sajak perjalanan kehidupannya.

Sosok yang pernah putus harapan karena dilarang kuliah oleh kedua orangtuanya ini ternyata mengidolakan Pramoedya Ananta Toer. Saat ini dia tetap berjualan, beternak dan mengurusi rumah baca yang dibangunnya semenjak tahun 2014.

Rumah baca yang kehadirannya sangat diapresiasi oleh warga setempat sebab mampu membantu meringankan orang tua siswa dalam hal pengadaan alat tulis menulis dan bahan bacaan.

Baca juga :   Di Tengah Pandemi Covid-19, Yonif R514 Dukung Ketersediaan Stok PMI, Gelar Donor Darah

Sebagai seorang pegiat literasi dia berharap agar virus literasi semakin kuat membumi di Indonesia.

Perlu diketahui, Akbar G atau yang lebih akrab disapa Emil ini karyanya pernah dimuat di Antologi Puisi Kenangan Dalam Genangan dan Antologi Puisi dan Cerpen Pesan Untuk Ibu.