FacebookTwitterEmailGmailWhatsApp

Komitmen, Anjuran menanam dalam Islam sangat jelas, sampai-sampai Nabi Muhammad SAW mengibaratkan dalam sebuah hadis bahwa andai kata kiamat sudah datang sedangkan di tanganmu ada benih yang belum tertanam, maka tanamlah benih itu.

Hadis lengkapnya berbunyi begini: إِنْ قَامَتْ السَّاعَةُ وَبِيَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَفْعَلْ “Apabila kiamat sudah tegak sementara di tangan salah satu dari kalian ada benih kurma, maka kalau kiamat itu belum datang kepadanya sampai selesai menanamkan benih itu, maka tanamlah”. (HR. Imam Ahmad 3/183, 184, 191, Imam Ath-Thayalisi no.2068, Imam Bukhari di kitab Al-Adab Al-Mufrad no. 479 dan Ibnul Arabi di kitabnya Al-Mu’jam 1/21 dari hadits Hisyam bin Yazid dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu). Senin (13/7/2020).

Baca juga :   Satgas TMMD Ke 109 Kodim 0612/Tasikmalaya Berikan Penyuluhan Pertanian dan Perikanan Untuk Warga Desa Mekarsari

Hadist Anjuran Pentingnya Menanam

Hadis ini anjuran yang sangat jelas dan pasti akan pentingnya menanam. Selain anjuran menanam, terdapat juga kegiatan bersedekah dalam anjuran menanam sebagaimana penulis jelaskan di atas. Hal itu rupanya juga sudah dijelaskan dalam hadis-hadis Rasul dengan teks yang berbeda. Di antaranya sebagai berikut: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ “Tidaklah seorang muslim yang menanam tanaman, kecuali setiap tanamannya yang dimakannya bernilai sedekah baginya, apa yang dicuri orang darinya menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, apa yg dimakan burung menjadi sedekah baginya, & tidaklah seseorang mengambil darinya, melainkah ia menjadi sedekah baginya”. [HR. Muslim No.2900].

Baca juga :   KSAD: Hampir Rampung Pembangunan Perumahan Prajurit