Alue Dohong: Terus Komitmen Terapkan 3 M di Masa Pandemic Covid-19

Komitmen, Makassar – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Alue Dohong, SE., M.Sc., Ph.D dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan pada tanggal 13-14 Oktober 2020.

Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka meninjau beberapa program nasional di Sulawesi Selatan yaitu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di lokasi padat karya penanaman mangrove di Desa Merantu, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Reaktivasi wisata alam Tahap III di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, dan kunjungan ke Lembaga Konservasi (LK) Gowa Discovery Park di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Dalam agenda kunjungan kerja yang pertama yaitu penanaman mangrove di Desa Merantu, Kecamatan Lau Kabupaten Maros, Wakil Menteri Alue Dohong bersama rombongan disambut hangat masyarakat pesisir pantai Desa Merantu didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Maros dengan protokol covid-19.

Dalam sambutannya Wamen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menghimbau untuk selalu menerapkan 3 M yakni, memakai masker dengan benar, menjaga jarak minimal 1,5 meter, mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin atau menggunakan handsanitizer.

Ditemui di lokasi penanaman Dr. Alue Dohong mengatakan, giat penanaman mangrove di Maros ini adalah kick off pertama di Sulawesi Selatan yang masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kurang lebih 500 Ha Mangrove tahun ini yang terdiri atau berlokasi di 13 Kabupaten kota dan salah satunya di Kabupaten Maros ini. Kalau total mangrove yang ditanam ada 3 juta Batang dan untuk di Maros ada 100 Ribu batang untuk 25 Ha, untuk jenis mangrovenya sendiri adalah Rhizopora pada umumnya yang bermanfaat pertama berkontribusi sebagai penghasilan tambahan untuk masyarakat dan kelompok tani yang terlibat karena mereka mengumpul bibit, menanam dan merawat yang nantinya ada upahnya dan pembayarannya langsung di Transfer kepada kelompoknya jadi tidak lewat mana-mana. Yang kedua mangrovenya pulih dan kalau mangrovenya bagus perikanannya juga akan bagus, ikannya, udangnya, kepitingnya bisa bagus jadi program ini sebagai pemulihan ekonomi sekaligus perbaikan lingkungan ekosistem mangrove.”

“Tentunya harapan kita semua agar kelompok-kelompok tani yang terlibat akan penanamam bisa merawat dan menjaga dengan baik mangrove ini.
Kemudian kedepan tidak hanya 25 Ha tapi akan kita tambah lagi jadi bisa banyak masyarakat yang bisa terlibat,” tambah Wamen.

Selain menanam mangrove kegiatan pertama kunjungan ini
juga penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) kepada tiga kelompok tani yang akan menanam, merawat dan menjaga Mangrove yang ditanam.

Wakil Menteri Dr. Alue Dohong melanjutkan kunjungan ke lokasi Taman Nasinoal Bantimurung Bulusaraung untuk meninjau Reaktivasi wisata alam Tahap III. di Gedung Visitor Center yang merupakan kerjasama antara Indonesia dan Jepang, Wakil Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam kunjungannya berpesan “untuk terus komitmen menerapkan 3 M di masa pandemic covid-19 sekarang ini, tetap semangat dan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Maros serta para pihak yang mendukung reaktivasi ini. Kita percaya Taman Nasional dan “Taman Wisata Alam adalah Healing Forest yang bisa menyembuhkan stress baik fisik ataupun mental,” tutup Dr. Alue Dohong yang selanjutnya mengunjungi site-site unggulan Bantimurung seperti air terjun dan gua batu bersama rombongan.

Wakil Menteri beserta rombongan mengunjungi dan berdiskusi dengan pengelola Gowa Discovery Park dan animal keeper disana. Wakil menteri dan rombongan juga akan berkeliling meninjau kondisi satwa, fasilitas kandang, pakan, obat-obatan kesehatan satwa, serta fasilitas protokol pencegahan covid-19 di Gowa Discovery Park. Rabu, (14/10/2020).

Baca juga :   Apresiasi Petugas TPU Pondok Ranggon, Ibu Hetty Andika Perkasa Beri Bantuan Paket Sembako