Satry Polang (Youtube)

Komitmen Pemilik akun MY Asean memarodikan lirik lagu Indonesia Raya di channel Youtube dan sempat viral sebelum akun tersebut “mendadak” tidak bisa diakses. Unggahan selama 1.30 menit tersebut sudah mendapat tanggapan dari Pemerintah Indonesia melalui KBRI dan sudah dilaporkan ke Polis Diraja Malaysia (PDRM).

Parodi lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut mengubah liriknya dan menggantinya dengan penghinaan terhadap Pemerintah Indonesia dan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Terkait hal itu telah dilaporkan oleh KBRI kepada Polis Diraja Malaysia (PDRM).

Penghinaan ini diduga dilakukan oleh netizen asal Malaysia, pemilik akun Youtube My Asean. Memarodikan atau mengganti lirik Lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan kata-kata tidak senonoh adalah sebuah tindakan pelecehan dan ini bukanlah perkara kecil, harus diambil tindakan tegas terhadap pemilik akun My Asean.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Inonesia Teuku Faizasyah mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia telah melaporkan hal tersebut.

Saat ini, kata Teuku Polis Diraja Malaysia (PDRM) sedang menelusuri keberadaan pemilik akun My Asean tersebut.

Terkait parodi Indonesia Raya, sebagaimana mengutip wawancara kompas tv dengan Yoshi Iskandar selaku Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Kebudayaan KBRI di Kuala Lumpur Malaysia menegaskan, melakukan koordinasi terhadap pihak berwenang di Raja Malaysia dalam hal ini Kepolisian untuk mencari tahu menelusuri sesuai tindakan yang dilakukan oleh pemilik akun tersebut.

“Hal ini tentu menciderai warga Negara Indonesia tentunya, setelah menerima laporan tersebut KBRI bertindak cepat melaporkan ke pihak kepolisian di Raja Malaysia bersungguh-sungguh melakukan penelusuran dan mencari pelakunya,” kata Yoshi Iskandar kepada Kompas tv.

Baca juga :   Bantu Pendidikan Anak Saat Pandemi, Pertamina Salurkan 60 Laptop Untuk TK Bhayangkari Se-Sulawesi

Yoshi menambahkan, video ini berpindah-pindah dari satu channel ke chanel yang lain, kita terima laporan dari masyarakat segera melakukan koordinasi Kepolisian di Raja Malaysia.

“Apabila ditelusuri beredarnya video ini mulai tanggal 14 November, kita segera ambil tindakan sesuai aturan yang berlaku,” lanjut Yoshi.

Ketika dicerca pertanyaan oleh pembawa berita kompas tv, yang mempertanyakan progress dari Polis Diraja Malaysia, apakah betul warga Malaysia yang mengunggah dan membuat video ini.

“Saat ini mereka terus melakukan pencarian dan kita (KBRI.red) terus memantau dari waktu ke waktu, meski di Malaysia liburan akhir tahun, tetapi hubungan baik dengan Pemerintah Malaysia tetap terjaga dan mereka (Malaysia) akan memnerikan perkembangan informasi atau progress yang terjadi dalam hal ini,” bebernya kepada kompas tv.

Yoshi menyampaikan, dari KBRI sudah melakukan pemantauan terhadap sosial media yang ada, jangan sampai menimbulkan tindakan-tindakan provokatif ini meruncingkan hubungan kedua Negara akan menyebabkan reaksi yang negtif akan hal ini.

Aransemen itu hamper menyerupai aslinya, lirik lagunya diawali suara ayam berkokok gambarnya menimpa lambang Negara Indonesia burung Garuda.

Kemudian pada gambar bendera merah putih dilukis dua bocah laki-laki membuang air seni alias kencing.

Menurut Satry Polang Musisi asal Sidrap menilai hal seperti ini perlu ditindaklanjuti segera oleh aparat hukum agar tidak terulang dikemudian hari.

“Penghinaan terhadap lagu Kebangsaan sebagai simbol dalam suatu negara itu sangat berbahaya, bisa menimbulkan amarah publik apapun motif pelakunya apakah itu memang sekadar ujaran kebencian atau mencari sensasi dengan tujuan menambah subscribers. Mari kita sikapi dengan bijak dengan menahan diri agar tidak melakukan aksi balasan dan biarkan aparat hukum yang memprosesnya,” pesan Musisi asal Sidrap ini.

Baca juga :   Muchlis M Siap Bertarung di Mubes 2 IKA SMAPAT

Perlu diketahui, kata  Satri Polang bahwa lagu kebangsaan suatu negara mempunyai regulasi tersendiri dan dilindungi hukum jadi tidak boleh diubah serta digunakan semaunya sendiri.

Sebab, membuat dan menyebarkan konten provokasi seperti ini melanggar ayat 28 Undang-Undang  Informasi dan Transaksi Elektronik.  Konten ini ditujukan untuk menyalakan api permusuhan yang penuh penghinaan terhadap Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Unggahan video dari akun youtube My Asean sudah tidak lagi bisa diakses.

Lantaran akun tersebut telah ditarik dari peredaran, bagi yang penasaran seperti apa isi penghinaan tersebut berikut cuplikan lirik lagu Indonesia Raya yang diparodikan oleh pemilik akun YouTube My Asean;

“Indonesia kesialanmu bangsat dan kemunduran rakyatnya, Di sanalah Neraka dunia jadi pandu.

Indonesia kesialanmu, bangsat dan kecuranganmu, marilah kita semua ucapkan indognesial.

Marilah kita semua ucapkan Indonegsial,

Matilah Jokoko, Mampuslah SoekaParno amanlah di neraka.

Bangsatlah Rakyatmu, Hinalah negerimu untuk Indognesia Jahanam.

Indonegsial Cair

Melacur Pelacur

Mundurlah kamu selamanya

Indonegsial Sial, Jahanam-jahanam

Majulah Tuju ke neraka.