Koid, Makassar-Sejauh mata memandang, Rumah sakit Akademis Jaury Putra yang didirikan oleh Jendral besar M. Jusuf ini begitu ramah lingkungan. Dimana model taman nan menghijau menjadi ciri khas dari Rumah Sakit Akademis dengan berbasis pada pelayanan dengan mengedepankan kualitas dan keselamatan (quality and safety), efisiensi dan ramah lingkungan yang berkelanjutan, khususnya terkait dengan konstribusi rumah sakit terhadap pencegahan perubahan iklim dan pemanasan global di tengah wabah Covid-19

Kondisi yang disebutkan diatas tadi sudah dimiliki Rumah Sakit satu ini, mulai dari drainase, tempat sampah tertata apik

di depan setiap kamar pasien. Uniknya lagi, setiap ruagan kamarnya memakai nama-nama bunga, sebut saja Dahlia, Anggrek, Mawar, Seruni. Rupanya nama-nama bunga tersebut tidak jauh-jauh dari hobi sang pemilik rumah sakit, terutama istri Jendral Yusuf, Elly Saelan merupakan adik kandung pahlawan asal Makassar Emmy Saelan dan Maulwi Saelan, ajudan terakhir Bung Karno ini semasa hidupnya gemar sekali menanam bunga. Kamis, (30/4/2020).

Halaman asri berseri melengkapi sejuknya Akademis di mata pasien maupun pengunjung yang datang membesuk. Konsep Rumah Sakit taman yang asri nan menyejukkan mata. Rasanya, untuk jaman sekarang begitu sulit ditemui, kecuali gedung-gedung bertingkat.

Angin semilir menjadi pengawasan utama di rumah sakit ramah lingkungan ini. Secara tidak langsung keberadaan taman-taman merupakan kegiatan pengendalian penggunaan berbagai sumber daya alam dan lingkungan dan sumber-sumber pencemaran lingkungan di rumah sakit yang dapat mempengaruhi perubahan iklim dan pemanasan global, sehingga tercipta rumah sakit yang hijau, sehat, efisien dan ramah lingkungan.

Bekicot pun dibiarkan hidup di habitatnya

Selain sumber daya manusia sudah seharusnya Rumah Sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan perlu menerapkan konsep rumah sakit ramah lingkungan, karena alasan menggunakan cukup banyak sumber daya alam dan lingkungan.

Penggunaan listrik, air bersih, bahan bakar, dan lainnya yang tidak bijak dan sistem pengelolaannya yang tidak ramah lingkungan akan menyebabkan beban pencemaran pada alam dan lingkungan hidup.

Baca juga :   Peduli Pandemi Covid-19, Ini yang Dilakukan Babinsa 04 Kelurahan Sijantung

Untuk Akademis sendiri selain plus sudah barang tentu ada minusnya, pasalnya bangunan rumah sakit ini sudah berusia lebih kurang berusia lebih kurang lebih 60 tahun. Toh demikian tak mengurangi keindahan taman-taman hijau nan asri. Ketika suntuk penjaga maupun pembesuk memang dibatasi ditengah pandemi Covid-19, anehnya ketika mata menatap rumah sakit berkonsep taman ini, kita agak dibikin amnesia bahwa indonesia benar-benar dilanda wabah mematikan tersebut.

Rumah Sakit Akademis Jaury Putra desain awal pembangunannya memang mempunyai konsep taman merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara tuntas yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat, merupakan definisi tentang rumah sakit diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Dari sekian banyak bab dan pasal dalam UndangUndang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit adalah Bagian Ketiga Pasal 31 Kewajiban dan Hak Pasien.

Infornasi publik tersebut terpampang jelas dalam banner Rumah Sakit Akademis Jaury ini. Nah, bagaimana dengan Rumah Sakit lain?

Kewajiban tersebut antara lain, Setiap pasien mempunyai kewajiban terhadap Rumah Sakit atas pelayanan yang diterimanya.

Ketentuan lebih lanjut mengenai kewajiban pasien diatur dengan Peraturan Menteri.

Kemudian Bagian Keempat Pasal 32 Undang-undang nomor 44 tahun 2009, pasien mempunyai hak, memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.

Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien.

Pasien memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi.

Pasien memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional;

Pasien memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi;

Pasien mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan.

Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.

Baca juga :   Stabilkan Populasi Satwa, BBKSDA Sulsel Lepasliarkan Satwa ke Alam Jelang Hari Kehati 2020

Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit;

Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya;

Mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan;

Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya;

Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis;

Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.

Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah Sakit.

Pasien mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan Rumah Sakit terhadap dirinya.

Pohon Kurma nampak tumbuh di halaman belakang Rumah Sakit Akademis Jaury.Makassar

Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.

Menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata ataupun pidana, dan

Pasien mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.